HOLOPIS.COM, JAKARTA – Untuk mengatasi rasa bosan anak-anak selama perjalanan mudik Lebaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar program Mudik Asyik Baca Buku.
Program ini dilaksanakan di sejumlah titik transportasi publik, salah satunya di Terminal Kampung Rambutan, dengan menyasar anak-anak pemudik.
Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Adi Budiwiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program utama Badan Bahasa dalam menyediakan bahan bacaan bermutu bagi masyarakat, khususnya pelajar.
“Ini kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, salah satu unit di Kemendikdasmen. Salah satu program utama kami adalah menyediakan bahan bacaan bermutu untuk masyarakat, terutama pelajar,” kata Adi saat ditemui di lokasi, Senin (16/3/202).
Adi menyebut, program Mudik Asyik Baca Buku telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan kembali digelar pada momentum mudik Idulfitri. Tahun ini, kegiatan tersebut melibatkan sembilan lokasi yang tersebar di terminal bus, stasiun kereta api, hingga bandara.
“Sejak awal bulan puasa, kami sudah merencanakan kegiatan ini. Tahun ini kami melibatkan sembilan lokasi, di terminal, stasiun kereta, dan juga bandara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menjelaskan alasan anak-anak menjadi sasaran utama program ini karena perjalanan mudik yang panjang kerap membuat mereka merasa jenuh. Melalui kegiatan membaca, anak-anak diharapkan dapat menikmati perjalanan dengan lebih menyenangkan.
“Ketika anak-anak bepergian dengan orang tua, perjalanannya memakan waktu cukup panjang. Dengan membaca buku, mereka bisa melupakan perjalanan dan tidak terasa sampai di rumah,” tuturnya.
Dalam program ini, Badan Bahasa menyediakan berbagai jenis buku bacaan, mulai dari dongeng hingga cerita yang mengangkat kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Respons anak-anak dan orang tua pun dinilai sangat positif.
“Awalnya kami juga sempat pesimis, tapi ternyata antusiasmenya luar biasa. Anak-anak mau membaca, dan orang tua juga menyempatkan diri untuk mampir mengambilkan buku untuk anak atau cucunya,” ungkap Adi.
Adi menambahkan, secara keseluruhan pihaknya menyiapkan sekitar 24.000 buku gratis selama pelaksanaan program, dengan maksimal lima buku yang dapat dibawa pulang oleh setiap anak. Khusus di Terminal Kampung Rambutan, disediakan sekitar 2.600 buku.
“Selama dua hari ini kami bebaskan anak-anak untuk mengambil buku, minimal dua buku dan maksimal lima buku. Harapannya buku ini bisa menemani perjalanan mudik mereka,” pungkasnya.

