HOLOPIS.COM, JAKARTA – Serikat pekerja pelabuhan mengingatkan seluruh pekerja di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo untuk tetap bekerja secara profesional dan menjaga kekompakan di tengah meningkatnya dinamika konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Seruan tersebut disampaikan oleh Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) yang meminta seluruh pekerja pelabuhan tetap fokus menjalankan tugas, terutama menjelang arus mudik Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik.
Ketua SPPI Bersatu, Dodi Nurdiana, mengatakan kelancaran pelayanan di pelabuhan menjadi faktor penting bagi pergerakan masyarakat serta distribusi barang di seluruh Indonesia.
“Kami mengajak seluruh pekerja pelabuhan untuk tetap siaga dan bekerja secara profesional dalam menyukseskan pelayanan arus mudik Lebaran di berbagai pelabuhan di Indonesia. Kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional menjadi tanggung jawab bersama,” kata Dodi dalam siaran pers yang dikutip Holopis.com, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini para pekerja pelabuhan juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok global.
Salah satu dampak yang mulai terasa adalah terganggunya jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan dan distribusi energi dunia.
Menurut Dodi, situasi ini telah memicu kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan biaya operasional bagi perusahaan pelayaran internasional.
“Kondisi ini dapat memengaruhi arus perdagangan internasional serta aktivitas pelabuhan yang melayani impor dan ekspor,” ujarnya.
Selain itu, beberapa perusahaan pelayaran internasional dilaporkan mulai melakukan penyesuaian rute perjalanan kapal untuk menghindari kawasan konflik. Perubahan jalur pelayaran tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan kedatangan kapal dan peningkatan kepadatan di sejumlah pelabuhan.
Pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo juga tidak menutup kemungkinan akan mengalami dampak dari perubahan tersebut, terutama pada aktivitas bongkar muat barang.
“Karena itu, efisiensi operasional pelabuhan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran arus logistik dan mempertahankan daya saing ekonomi nasional,” kata Dodi.
Ia menambahkan bahwa meskipun perdagangan domestik relatif stabil, dampak tidak langsung dari konflik global tetap perlu diantisipasi. Gangguan rantai pasok dunia dapat memengaruhi pergerakan kontainer serta efisiensi operasional pelabuhan jika tidak ditangani dengan baik.
“Gangguan pada rantai pasok global dapat mempengaruhi lalu lintas kontainer serta efisiensi operasional pelabuhan jika tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.
Karena itu, SPPI Bersatu mendorong seluruh pekerja pelabuhan untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas kerja agar dapat mengimbangi kemungkinan keterlambatan pengiriman barang melalui jalur laut.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, diharapkan dampak konflik global terhadap distribusi logistik nasional dan perekonomian Indonesia dapat ditekan seminimal mungkin.


