JAKARTA, HOLOPIS.COM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengajak para ulama dan cendekiawan Muslim untuk memperluas cakupan pemikiran keislaman agar tidak hanya membahas persoalan umat di dalam negeri, tetapi juga memberikan perhatian terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di tingkat global.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka International Annual Conference on Fatwa Studies (IACFS) 2026 di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026).
Dalam sambutannya, Kiai Anwar menegaskan bahwa proses perumusan fatwa harus mampu membaca perkembangan zaman dan mempertimbangkan berbagai dinamika global, mulai dari aspek geopolitik, sosial, hingga ekonomi. Menurutnya, fatwa perlu menjadi bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat dunia.
“Kami ingin Majelis Ulama ini tidak hanya bicara tentang masalah keumatan di negeri ini, tetapi juga hadir memberikan kepedulian terhadap masalah yang dihadapi umat manusia di dunia,” ujar Kiai Anwar Iskandar.
Ulama asal Kediri, Jawa Timur itu menilai masih banyak persoalan internasional yang membutuhkan perhatian dunia Islam. Di antaranya konflik berkepanjangan di Palestina dan Gaza, serta meningkatnya fenomena Islamofobia yang dialami komunitas Muslim di sejumlah negara Barat maupun kawasan Asia.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah peran ulama Indonesia dalam memperjuangkan isu kemanusiaan internasional. Menurutnya, para pendiri Nahdlatul Ulama telah menunjukkan kepedulian terhadap Palestina sejak Muktamar NU tahun 1938 di Banten melalui langkah-langkah solidaritas yang nyata.
Kiai Anwar berharap konferensi yang berlangsung hingga 28 Juli 2026 tersebut mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, dan panduan fatwa yang relevan dengan tantangan global serta memberikan manfaat bagi kehidupan umat manusia.
IACFS 2026 mengangkat tema “Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Global dan Keharmonisan Umat”. Forum ilmiah tahunan yang digelar Komisi Fatwa MUI itu diikuti oleh 63 pemakalah dari berbagai latar belakang akademisi, ulama, dan pakar hukum Islam.
Pembukaan konferensi turut dihadiri Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Fatwa KH Aminuddin Yaqub, Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Musa Wardi, serta jajaran anggota Komisi Fatwa MUI.



