Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Siapkan Strategi Alternatif

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz, yang membuat jalur distribusi 30 persen pasokan minyak dunia tersebut ditutup.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan situasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis (12/3/2026).

Dia mengungkapkan, setiap ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global, termasuk bagi negara importir seperti Indonesia.

“Itu salah satu yang juga kita bicarakan, harus ada alternatif-alternatif apa yang akan dipakai ketika Selat Hormuz kondisinya masih seperti ini,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (12/3/2026).

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah mulai menyiapkan strategi diversifikasi sumber impor minyak mentah. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengalihkan sebagian impor dari kawasan Timur Tengah ke negara lain yang dinilai lebih stabil secara geopolitik.

“Beberapa hari lalu sudah saya laporkan bahwa kita akan mengonversi sumber minyak mentah dari Middle East ke Amerika dan beberapa negara lain, seperti Nigeria, kemudian Brazil, Australia, dan beberapa negara lain,” jelas dia.

- Advertisement -

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan pasokan minyak mentah bagi kilang dalam negeri tetap terjaga apabila terjadi gangguan distribusi di jalur utama perdagangan energi global.

Meski demikian, perubahan sumber impor berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap biaya pengiriman maupun harga minyak mentah. Namun Bahlil menegaskan bahwa harga minyak akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang tercermin dalam Indonesian Crude Price (ICP).

“Harga itu kan fluktuatif. Kita akan mengikuti harga ICP. Yang jelas kita akan mencari alternatif yang terbaik untuk bangsa kita,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menegaskan bahwa isu lain terkait dinamika politik kawasan tidak menjadi bagian dari pembahasan dalam rapat dengan Presiden.

“Tadi tidak sampai pembahasannya menyangkut itu,” ujar dia.

Pemerintah menilai langkah diversifikasi impor minyak menjadi strategi penting di tengah ketidakpastian geopolitik global. Dengan memperluas sumber pasokan dari berbagai negara, Indonesia diharapkan dapat menjaga stabilitas energi nasional sekaligus meminimalkan risiko gangguan distribusi dari jalur perdagangan utama dunia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU