HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/3/2026).
Pelaksana Tugas Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan tekanan yang terjadi di pasar saham domestik saat ini tidak terlepas dari dinamika global yang memicu ketidakpastian di berbagai pasar keuangan dunia.
“Kalau kita lihat memang faktor eksternal yang sedang terjadi ini menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi. Tidak hanya di pasar kita, tetapi juga di global market,” kata Jeffrey di Jakarta, dikutip Holopis.com, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih relatif lebih stabil dibandingkan dengan situasi yang terjadi pada April tahun lalu. Saat itu, kebijakan dari Amerika Serikat yang tidak diantisipasi oleh pelaku pasar memicu tekanan tajam di berbagai bursa saham.
“Di mana Amerika juga mengeluarkan kebijakan yang tidak diantisipasi oleh publik pada saat itu, itu juga mengakibatkan penurunan pasar yang sangat tajam,” Jeffrey.
“Dan pada saat itu apa yang kita alami lebih buruk dalam konteks pasar daripada hari ini,” tuturnya.
Di tengah tekanan pasar tersebut, BEI memastikan kesiapan infrastruktur dan regulasi untuk menjaga stabilitas perdagangan di bursa.
Jeffrey menegaskan sistem yang dimiliki BEI telah dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terjadi di pasar modal.
“Sistem infrastruktur dan peraturan di bursa kita sudah siap untuk menghadapi dinamika pasar yang sedang ada,” kata dia.
Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan Senin (9/3/2026) ditutup melemah 248,31 poin atau turun 3,27 persen ke posisi 7.337,36. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah di 7.156,68.
Dari sisi sektoral, saham transportasi menjadi sektor yang mencatatkan penurunan paling dalam dengan koreksi sebesar 5,21 persen. Disusul saham sektor barang baku yang turun 4,59 persen serta saham properti yang melemah 4,57 persen.
Meski mayoritas saham tertekan, beberapa saham unggulan masih mampu mencatatkan penguatan. Salah satunya saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat 4,91 persen secara point-to-point.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI tercatat cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp23,88 triliun dari total 46,8 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi 2,47 juta kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 68 saham mencatatkan penguatan, sementara 708 saham melemah dan 41 saham lainnya stagnan.



