Politikus Inggris Sebut Israel Dihabisi Iran, Kondisi Tel Aviv Porak-poranda seperti Gaza

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAPerang antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran terus jadi sorotan dunia. Kali ini, politikus Inggris George Galloway menyindir Israel yang sebenarnya mengalami kekalahan besar dalam konfrontasi militer dengan Teheran.

Pernyataan eks anggota parlemen Inggris itu memicu perdebatan luas. Pasalnya, omongan Galloway bertolak belakang dengan narasi resmi yang sering disampaikan pemerintah Israel dan sekutunya. Begitu juga dengan pemberitaan media Barat.

- Advertisement -

Dalam sebuah pernyataan publik di media sosial, Galloway mengklaim Israel menerima pukulan berat akibat serangan Iran, termasuk kerusakan di kota Tel Aviv. Dia bilang kondisi di Tel Aviv saat ini sudah seperti di Gaza, Palestina.

Menurut Galloway, ada upaya Israel yang sedang melakukan sensor terhadap gambar dan video kerusakan parah di wilayah Israel.

- Advertisement -

Dia menyebut otoritas Israel mengancam hukuman pidana bagi yang merilis foto atau video kerusakan di wilayah Zionis termasuk Tel Aviv.

“Kamu tak mengetahuinya karena dua alasan. Pertama, siapa saja yang merilis foto atau video kerusakan di Tel Aviv, akan langsung dijatuhi hukuman lima tahun penjara,” kata Galloway dalam video dikutip pada Senin, (9/3/2026).

Pun, ia menyebut media massa Barat sudah menerima sensor dari Israel. “Maka karena itu, mereka (media) tak menyiarkan rekaman tersebut yang sudah mereka ambil,” lanjut Galloway.

Dia menilai kondisi Tel Aviv saat ini sudah seperti Gaza. Ia mengatakan demikian karena berdasarkan cerita langsung dari sejumlah temannya yang berada di Tel Aviv.

“Saya punya teman-teman di Tel Aviv, Jalan Shinken Tel Aviv, di dekat Lapangan Dizengoff. Tel Aviv. Dan, mereka sudah melihat wilayah itu. Mereka memberitahu saya langsung kondisi di Tel Aviv sudah seperti di Gaza,” jelas Galloway.

Ia mengataikan sistem pertahanan Udara Israel yang kerap dibanggakan juga sudah tak berfunsiu karena kerap dibobol banyak rudal Iran.

“Pasukan Iran menyerang dengan waktu tidak tentu dengan rudal balistik yang paling kuat,” sebut Galloway.

Konflik Timur Tengah memanas karena dipicu awal serangan udara gabungan AS-Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran pada Sabtu, (28/2) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Serangan brutal itu dibalas oleh Teheran dengan peluncuran rudal balisik serta drone ke wilayah Israel hingga pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk.

Iran meluncurkan rudal balistik generasi terbarunya sebagai respons terhadap serangan tersebut. Beberapa rudal Iran menjebol sistem pertahanan Israel ‘Iron Dome’ hingga menembus daerah sekitar Tel Aviv.

Serangan tersebut memicu sirene peringatan udara di berbagai kota Israel. Rakyat Israel panik karena serangan balasan militer Iran.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru