Wajah Kampung Nelayan Muara Angke Berubah Total, Kini Punya Taman dan Lapangan Futsal

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wajah permukiman di Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara kini berubah drastis. Kawasan yang dulu dikenal kumuh dan sering dilanda banjir rob kini menjadi lingkungan yang lebih layak huni dan memberikan harapan baru bagi para nelayan.

Jika sebelumnya warga selalu diliputi kekhawatiran setiap kali air laut pasang, kini mereka bisa hidup lebih tenang. Pemerintah membangun rumah panggung dan rumah apung yang dirancang untuk mengatasi banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir tersebut.

Perubahan tidak hanya terlihat pada hunian warga, tetapi juga pada infrastruktur. Dulu, akses jalan menuju kampung nelayan hanya beralaskan kulit kerang. Kini jalan tersebut telah dibeton sehingga kendaraan roda empat bisa melintas dengan mudah untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan.

“Saya beruntung dengan adanya kampung nelayan ini. Hidup saya berubah jadi lebih baik. Tempat tinggal jadi lebih nyaman,” kata Warya, nelayan pencari kerang hijau yang tinggal di kawasan tersebut.

Program penataan kawasan ini merupakan bagian dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menata kampung-kampung nelayan di berbagai daerah di Indonesia.

Kampung Nelayan Muara Angke Holopis 1
Kampung Nelayan Muara Angke dilihat dari atas. [Foto: Dok. Tim Media Prabowo]

Di Muara Angke, rumah-rumah nelayan kini dibuat terapung dan sebagian lainnya berbentuk rumah panggung agar terhindar dari banjir rob. Fasilitas pendukung juga disediakan, seperti panel surya untuk listrik serta toren air untuk penyimpanan air bersih.

- Advertisement -

“Kalau sekarang sudah enak. Rumahnya sudah panggung semua, dibantu Pak Prabowo. Kagak banjir. Dulu mah banjirnya gede, terus rumahnya kebanjiran. Sekarang kan enak udah dibangun tuh, rumahnya tinggi-tinggi,” kata Sunenti, pengupas kulit kerang.

Perubahan juga terasa pada sektor ekonomi. Harga kerang hijau yang dulu hanya sekitar Rp3.500 per kilogram kini bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

“Kalau kerang enakan yang dulu, tapi duitnya enakan sekarang. Dulu mah masih murah Rp3.500, kalau sekarang 35-30 (antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu),” ujar Sunenti yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

Akses jalan yang lebih baik juga mempermudah distribusi hasil laut. Pedagang ikan kini dapat mengangkut hasil tangkapan dalam jumlah lebih besar.

“Nah, kalau untuk sekarang itu lebih enak lagi. Bawanya bisa satu ton, pakai mobil,” kata Feri Setyawan, pedagang ikan.

Tidak hanya orang dewasa yang merasakan perubahan. Anak-anak kini memiliki ruang bermain yang lebih layak. Area taman bermain dan lapangan futsal tersedia di tengah permukiman.

“Sekarang lebih bagus. Dulu mah nggak ada tamannya, nggak ada tempat bermainnya. Sekarang ada,” kata Dimas Rangga Saputra, anak nelayan yang tinggal di kawasan tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU