Bazar Ramadan DWP Ekraf: Seni, Takjil, dan Investasi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ada yang berbeda di Gedung Film Pesona Indonesia pada Kamis (5/3/2026). Wangi aromatik kuliner nusantara, deretan kain etnik yang modis, hingga aksesori kriya yang presisi menyambut siapa saja yang melangkah masuk.

Bukan sedang ada festival film, melainkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ekonomi Kreatif yang sedang “unjuk gigi” lewat Bazar Kreatif dan Bakti Sosial Ramadan 1447 H. Kegiatan ini bukan sekadar pasar kaget biasa. Inilah potret nyata bagaimana ekosistem ekonomi kreatif dimulai dari lingkaran terdekat: keluarga besar kementerian itu sendiri.

Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah standar produk yang dipamerkan. Wamen Ekraf Irene Umar, yang hadir meninjau langsung, menyebutkan bahwa 24 tenant yang berpartisipasi telah melewati proses kurasi yang ketat.

“Bazar ini adalah etalase nyata. Produk lokal kita sudah naik kelas. Kreativitas yang saya lihat hari ini membuktikan UMKM kita siap bersaing lebih luas,” ujar Irene Umar dengan nada optimis.

Uniknya, bazar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang konsultasi dadakan. Wamen Irene tampak asyik berdialog dengan para pelaku usaha, membedah tantangan pemasaran digital hingga urusan distribusi. Bagi para anggota DWP yang juga pelaku usaha, ini adalah momen langka mendapatkan “mentoring” langsung dari pimpinan kementerian di sela-sela menjajakan produk.

Ada sentuhan berbeda yang dibawa oleh Ketua DWP Kementerian Ekraf, Siti Nurjanah Cecep Rukendi. Selain menghadirkan produk fisik seperti kuliner dan fesyen, bazar kali ini juga menyelipkan “layanan investasi”.

- Advertisement -

Tujuannya visioner: memastikan para pelaku usaha kreatif tidak hanya jago berjualan, tapi juga melek perencanaan keuangan. Sebuah kombinasi langka dalam sebuah bazar internal yang biasanya hanya fokus pada konsumsi.

Di balik kemilau produk kreatif, ada napas empati yang kental. Bazar ini dipadukan dengan bakti sosial yang sasarannya sangat spesifik: para pejuang di balik layar kantor. Mereka adalah tim kebersihan, petugas keamanan, hingga pengemudi yang setiap harinya memastikan roda operasional kementerian berputar nyaman.

“Inilah wajah ekonomi kreatif kita: inklusif dan penuh empati,” tambah Wamen Irene. Pesan yang ingin disampaikan jelas, bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh meninggalkan sisi kemanusiaan.

Dengan dekorasi yang kekinian dan adaptasi teknologi pada sistem pembayarannya, Bazar DWP 2026 ini seolah menegaskan bahwa UMKM di lingkungan pemerintah pun sudah bertransformasi total.

Bazar ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya bulan untuk meningkatkan spiritualitas, tapi juga momentum untuk memacu produktivitas dan memperkuat solidaritas sosial. Bagi para pengunjung, ini bukan sekadar belanja untuk kebutuhan lebaran, tapi bentuk dukungan nyata agar produk lokal terus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Muhammad Ibnu Idris
Dede Suhadi, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU