HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam diplomasi pertahanan kawasan Indo-Pasifik. Kali ini, TNI Angkatan Laut mengirimkan salah satu kapal perangnya untuk ambil bagian dalam latihan multilateral bergengsi yang digelar di Australia.
KRI KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II resmi berlayar menuju Sydney guna mengikuti Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu-26. Keberangkatan kapal perang tersebut dilepas langsung oleh Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya dari atas geladak KRI KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang sandar di Dermaga Madura Koarmada II Ujung, Surabaya, Selasa, kemarin.
Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), yang dikutip pada Rabu (4/3/2026), Latihan Kakadu-26 merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan oleh Royal Australian Navy (RAN). Tahun ini, latihan tersebut diikuti oleh 20 negara dari kawasan Asia-Pasifik dan menjadi penyelenggaraan ke-17 sejak pertama kali digelar pada 1993.
Latihan ini tak sekadar manuver militer biasa. Sasaran utamanya meliputi peningkatan hubungan antarnegara peserta dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan, penguatan koordinasi dan kerja sama dalam pemahaman prosedur serta taktik operasi laut (maritime warfare). Selain itu, pengembangan standar keamanan maritim sesuai prosedur operasional internasional.
Kehadiran KRI REM-331 menjadi representasi kesiapan TNI AL dalam beroperasi bersama angkatan laut negara lain. Hal itu sekaligus perkuat interoperabilitas di lingkungan latihan multinasional.
Wujud Diplomasi Pertahanan RI
Partisipasi dalam Kakadu-26 merupakan bagian dari komitmen TNI AL, khususnya Koarmada II, untuk mendukung kebijakan diplomasi pertahanan Indonesia. Keikutsertaan ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang profesional, modern, dan memiliki daya gentar di kawasan Indo-Pasifik.
Momentum ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme prajurit, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan maritim yang semakin kompleks.
Adapun dalam pesannya, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya mengatakan prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Kakadu-26 tak hanya membawa nama satuan. Tapi, juga bawa nama besar TNI di forum internasional.
Laksda TNI Alit menyampaikan agar seluruh personel ditekankan untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, dan militansi sebagai prajurit Jalasena. Mereka juga diminta menjaga nama baik bangsa dan negara dengan berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI di mana pun berada.


