HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, memperingatkan bahwa konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berpotensi meluas menjadi perang regional di Timur Tengah jika eskalasi tidak segera dikendalikan.
Hal itu disampaikan Djumala melalui keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026, menyusul meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat eskalasi militer yang dinilai menandai babak baru setelah bertahun-tahun kedua pihak terlibat dalam perang bayangan melalui operasi intelijen, serangan siber, dan konflik proksi.
“Jika eskalasi tidak segera dikendalikan, konflik ini berpotensi menjelma menjadi perang regional di Timur Tengah,” ujar Djumala.
Ia menjelaskan bahwa jaringan sekutu dan kelompok proksi Iran di sejumlah negara, mulai dari Gaza, Lebanon, Irak, Suriah, Yaman, hingga Bahrain, berpotensi membuka front baru yang dapat menyeret sekutu AS di kawasan ke dalam pusaran konflik lebih luas.
“Eskalasi ini juga berisiko memperburuk krisis kemanusiaan dan memperpanjang ketidakstabilan politik di kawasan yang sejak lama dilanda konflik,” katanya.
Djumala mendorong komunitas internasional untuk segera mengambil langkah de-eskalasi melalui diplomasi multilateral guna mencegah konflik berkembang lebih jauh.


