HOLOPIS.COM, JAKARTA – Suasana duka dan kemarahan melanda Republik Islam Iran pasca kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei karena serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Rakyat Iran berkumpul turun ke jalan mengecam kebrutalan AS-Israel.
Rakyat Iran berkumpul di jalan pada Minggu, (1/3), waktu setempat yang sebagian besar menangis sambil memegang poster Ali Khamenei. Pemerintah Iran juga sudah mengumumkan periode berkabung nasional.
Dari laporan Turkiye Today, pemerintah Iran mengumumkan Khamenei yang memimpin Iran sejak 1989 tewas dalam serangan udara AS-Israel yang menargetkan Teheran. Siaran langsung televisi negara menyiarkan berita kematian sang pemimpin, diikuti dengan lantunan ayat-ayat suci dan suasana hening penuh duka.
Sontak setelah pengumuman itu, ribuan massa berkumpul di sejumlah titik di Teheran, Mashhad, Qom, dan kota-kota lain. Massa menangis, memeluk satu sama lain, membawa foto Khamenei, bendera Iran, hingga simbol-simbol religius.

Banyak yang terlihat berurai air mata saat menyampaikan doa dan teriakan kemarahan.
“Apa yang telah dilakukan oleh AS dan Israel adalah kejahatan besar,” kata seorang warga yang ikut turun ke jalan dikutip dari Mint, pada Selasa, (3/3/2026).
Pun, warga Iran yang berkumpul di Teheran pun meneteskan air mata sambil menggenggam foto sang pemimpin. “Kami berkumpul untuk menghormati pemimpin kami, tetapi juga menuntut keadilan dan pembalasan,” tutur salah seorang warga lain.
Pemerintah Iran segera mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari, disertai dengan tujuh hari libur umum. Organisasi-organisasi negara dan sekolah-sekolah menghentikan aktivitas normal dan masyarakat di berbagai provinsi Iran mengadakan upacara berkabung bersama di lapangan-lapangan kota.
Namun tidak semua reaksi bersifat tenang. Selain suasana duka, beberapa massa pro-rezim juga menyerukan tuntutan keras terhadap musuh-musuh Iran.
“Dalam berbagai demonstrasi, terdengar seruan kematian untuk AS dan Israel. Serta ajakan bagi pasukan bersenjata untuk membalas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka,” tulis Aljazeera.
Dalam siaran khusus, seorang presenter televisi Iran bahkan terlihat menangis ketika secara resmi mengumumkan kematian Khamenei kepada jutaan pemirsa negara. Momen emosional itu menjadi cerminan betapa dalamnya pengaruh Khamenei bagi sebagian besar rakyatnya.
Kematian Khamenei turut memicu protes dan gelombang solidaritas di luar negeri. Di beberapa negara Muslim lain, termasuk di Asia Selatan dan Timur Tengah. Ribuan orang juga turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada rakyat Iran dan mengutuk serangan tersebut.
Para analis internasional menyatakan, pengaruh kematian pemimpin tertinggi ini berpotensi mengguncang peta politik regional secara signifikan. Konflik yang sudah memanas antara Iran, AS, dan Israel saat ini berisiko meluas menjadi ketegangan yang lebih besar, memengaruhi stabilitas di Timur Tengah dan hubungan kekuatan global.


