HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) mematangkan skema rekayasa lalu lintas di jalan tol berbasis teknologi digital.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pemudik tetap lancar dan aman, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa seluruh kebijakan seperti contraflow hingga one way nasional akan diterapkan berdasarkan data real time.
“Korlantas Polri menggunakan teknologi digital saat akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, baik alih arus, baik penjagaan, hingga contraflow, one way nasional dan seterusnya,” kata Agus.
Parameter Ketat: 4.500 Kendaraan per Jam Langsung Contraflow
Agus menjelaskan, penerapan contraflow tidak dilakukan sembarangan. Ada parameter khusus yang menjadi acuan utama, yakni jumlah kendaraan per jam yang terpantau melalui radar dan sistem traffic counting.
Jika dalam satu jam berturut-turut jumlah kendaraan mencapai 4.500 hingga 5.000 unit, maka contraflow lajur 1 akan diberlakukan.
“Demikian juga apabila sudah 6.400, ini juga akan kami melakukan contraflow lajur 2,” terangnya.
Artinya, semakin padat volume kendaraan, semakin besar pula rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
Opsi Terakhir: One Way Nasional
Tak hanya contraflow, Korlantas juga menyiapkan skema one way nasional maupun one way sepenggal. Kebijakan ini akan diberlakukan jika traffic counting menunjukkan angka sangat tinggi meskipun dua lajur contraflow sudah diterapkan.
Pemantauan dilakukan menggunakan drone presisi, radar, serta sistem pemantau lalu lintas milik operator tol seperti Jasa Marga.
“Tentunya Korlantas Polri bukan hanya mengimbau, tetapi hasil dari sistem yang kami bangun berbasis data dan teknologi yang real time agar mudik balik itu lancar,” katanya.
Agus menegaskan, negara hadir memastikan keamanan dari sisi kriminalitas sekaligus kelancaran arus kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026.
Dengan sistem berbasis data dan teknologi real time, diharapkan kemacetan ekstrem saat mudik bisa ditekan dan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman menjadi lebih nyaman.

