HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut penguatan sektor pendidikan sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga kurang mampu.
“Saya berkeyakinan dapat memotong garis tak beruntung masyarakat ini melalui akses pendidikan yang baik. Kami alokasikan anggaran Rp1,6 triliun dari APBD untuk membantu warga mengakses pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,” ujar Pramono ujar Pramono sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Minggu, (1/ 3).
Pramono menjelaskan, sebanyak 707.513 siswa telah menerima manfaat dari program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Ia mengimbau warga yang belum terdaftar agar segera melengkapi persyaratan sehingga bantuan pendidikan dapat tepat sasaran. Selain itu, Pemprov DKI memperluas cakupan sekolah swasta gratis dari 40 sekolah menjadi 103 sekolah pada 2026.
Dukungan pendidikan juga mencakup jenjang perguruan tinggi melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Pramono memastikan penerima manfaat tidak hanya didukung hingga Strata-1 (S1), tetapi juga didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
“Penerima kartu ini akan diberikan dana pendidikan untuk kuliah tidak hanya strata satu tapi juga S2 dan S3. Anak-anak keluarga tidak mampu bisa sekolah luar negeri atas pembiayaan dari Pemprov DKI dan ini akan dapat mengangkat ekonomi keluarga nantinya,” kata Pramono.


