HOLOPIS.COM, JAKARTA – Induk Sepakbola Dunia (FIFA) ikut serta memantau situasi global saat ini, dimana Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran dalam beberapa hari terakhir.
“Saya membaca berita pagi ini sama seperti anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara rinci,” ucap Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom dalam rapat umum tahunan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional di Cardiff, Wales, seperti dikutip Holopis.com dari ESPN.
“Namun kami akan terus memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mattias menegaskan bahwa fokus FIFA saat ini adalah menatap bergulirnya Piala Dunia 2026 yang aman dengan partisipasi seluruh tim yang lolos.
“Kami mengadakan undian final di Washington dimana semua tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan partisipasi seluruh tim,” tukasnya.
Sebagai informasi, kini Timur Tengah sedang terguncang, dimana AS dan Israel telah melancarkan serangan militer ke Iran.
Sebagaimana diumumkan Presiden AS Donald Trump beserta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dimana serangan itu dilancarkan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Iran saat ini yang dipimpin Ayatollah Khamenei.
Iran pun sejatinya tak tinggal diam, mereka turut melancarkan serangan rudal juga yang menyasar sejumlah pangkalan militer di beberapa negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan lain-lain, termasuk juga serangan langsung ke Israel.
Situasi tersebut menjadi sorotan juga di dunia sepakbola, sebab AS akan bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada, yang akan digelar pada 11 Juni sampai 19 Juli 2026 mendatang.
Yang di sisi lain, Iran merupakan salah satu pesertanya dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir dan Selandia Baru.
Lolosnya Iran ke Piala Dunia 2026 sedianya sudah menjadi bahan perbincangan, sebab negara mereka masuk dalam daftar hitam Donald Trump.
Seiring dengan hal itu pula, Iran juga kabarnya sempat meminta jaminan kepada FIFA soal keikutsertaannya di Piala Dunia 2026 agar tetap berjalan sebagaimana mestinya meski ada masalah politik luar negeri kedua negara.


