HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan distribusi bantuan makanan kepada sekitar 200.000 keluarga atau hampir satu juta orang di Jalur Gaza sepanjang Februari. Namun, jumlah ransum yang diterima disebut berkurang hingga setengah dari biasanya.
“Dengan sistem kesehatan yang sudah rapuh, pasien-pasien ini menghadapi kendala, terutama karena masuknya alat prostetik dan alat bantu penting lainnya masih sangat dibatasi,” dikutip Holopis.com, dikutip Holopis.com, Sabtu (28/2).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan pemangkasan jatah tersebut terjadi akibat keterbatasan pasokan yang masuk ke wilayah Gaza. OCHA juga menyebut sekitar dua pertiga truk bantuan yang melintasi koridor Mesir bulan ini dikirim kembali.
Dalam pembaruan situasi, OCHA melaporkan dari sejumlah pergerakan kemanusiaan terkoordinasi yang direncanakan pada Kamis (26/2), hanya empat yang dapat difasilitasi, sementara lima misi lainnya mengalami hambatan.
Permintaan untuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan di wilayah Gaza utara juga disebut langsung ditolak.
“PBB dan para mitra terus menyerukan agar hambatan-hambatan dicabut sehingga mereka dapat meningkatkan bantuan,” lanjut pernyataan tersebut.


