HOLOPIS.COM, JAKARTA – Diplomat tinggi Oman dan Iran bertemu di Jenewa, Swiss, pada Senin (16/2) guna merampungkan persiapan putaran kedua perundingan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Dikutip Holopis.com, Selasa (17/2), Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengoordinasikan berbagai aspek logistik untuk sesi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2), menurut laporan kantor berita pemerintah Oman, Oman News Agency.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi di Muscat pada 6 Februari lalu, yang menjadi kontak pertama antara Iran dan Amerika Serikat sejak serangan AS terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Kedua pihak menilai pentingnya menjaga momentum dialog guna meredakan ketegangan dan membuka peluang kesepahaman baru.
“Mereka menekankan pentingnya membawa situasi ke arah kesepahaman dan konsensus,” demikian dilaporkan media Oman.
Menurut laporan media Amerika Serikat, utusan khusus presiden AS Steve Witkoff diperkirakan akan memimpin delegasi Washington di Jenewa. Sementara itu, Abbas Araghchi, yang dikenal sebagai negosiator senior dalam kesepakatan nuklir 2015, kembali dipercaya memimpin delegasi Iran.
Selama ini, Muscat memainkan peran penting sebagai jalur komunikasi informal antara AS dan Iran, termasuk dalam memfasilitasi pertukaran tahanan maupun kesepakatan deeskalasi ketika hubungan diplomatik resmi mengalami kebuntuan.
Perundingan lanjutan di Jenewa diperkirakan akan berfokus pada isu keamanan maritim kawasan serta kemungkinan kerangka pencabutan sanksi sebagai imbalan atas konsesi terkait program nuklir Iran, di tengah krisis kepercayaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara kedua negara.

