Kemenag Genjot Program Kampung Zakat dan Kota Wakaf

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI menggenjot sinergi program Kampung Zakat dan Kota Wakaf dengan melibatkan 49 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Kolaborasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Program KKN Tematik yang digelar secara virtual, Jumat 13 Februari 2026.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden yang diterjemahkan melalui Asta Protas Menteri Agama dalam penguatan ekonomi umat yang adaptif, berkelanjutan, dan berwawasan ekoteologi.

“Kami ingin membangun ekosistem filantropi Islam yang kokoh melalui kolaborasi kampus dan lembaga zakat serta wakaf. KKN Tematik harus menjadi ruang implementasi nyata teori zakat dan wakaf yang dipelajari di bangku kuliah,” ujar Waryono di Jakarta dikutip dari laman resmi Bimas Islam Kemenag RI, Minggu (15/2/2026).

Ia menyampaikan, sinergi tersebut memerlukan keterlibatan aktif dosen, mahasiswa, dan peneliti, terutama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Syariah.

Mereka didorong turun langsung ke masyarakat untuk menguji model pemberdayaan, memperbaiki tata kelola, dan memastikan program zakat serta wakaf memberikan manfaat nyata.

- Advertisement -

Menurut Waryono, pendekatan kolaboratif itu dirancang untuk merespons tantangan kemiskinan nasional yang saat ini berada pada kisaran 22 hingga 23 juta jiwa.

Penguatan ekonomi berbasis desa dan kawasan pinggiran dinilai penting untuk mendorong pemerataan kesejahteraan.

Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang terintegrasi dalam skema KKN Tematik, antara lain Inkubasi Wakaf Produktif berbasis kampus dan pengembangan Kota Wakaf yang difokuskan pada optimalisasi aset serta tata kelola wakaf di daerah.

Melalui keterlibatan mahasiswa di lapangan, pemetaan potensi dan percepatan sertifikasi tanah wakaf diharapkan berjalan lebih sistematis.

Kampus tidak hanya berperan sebagai pusat kajian, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pendampingan masyarakat.

Waryono mencontohkan praktik yang dijalankan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam pelaksanaan KKN Tematik Wakaf. Program tersebut dinilai membantu percepatan sertifikasi tanah wakaf sekaligus memetakan potensi wakaf masyarakat di wilayah dampingan.

“Keberhasilan UIN Pekalongan dapat menjadi rujukan bagi PTKIN lain. Dengan dukungan 49 LPPM dan P3M, kolaborasi kampus dan lembaga filantropi akan semakin terarah dan berdampak luas,” katanya.

Selain Kampung Zakat dan Kota Wakaf, Kemenag juga memperkenalkan inovasi Hutan Wakaf sebagai bagian dari program ekoteologi.

Inisiatif tersebut mengintegrasikan pengelolaan wakaf dengan pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Instrumen filantropi yang dikembangkan tidak terbatas pada zakat dan wakaf, tetapi juga mencakup infak, sedekah, kurban, fidiah, dam, dan instrumen sosial keagamaan lainnya dalam kerangka ZIS-DSKL untuk memperluas jangkauan manfaat.

Terkait pelaksanaan teknis KKN, Waryono menjelaskan bahwa kampus tidak perlu lagi mencari lokasi sasaran secara mandiri. Sementara itu, untuk lokasi dampingan telah disiapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sehingga perguruan tinggi dapat memfokuskan sumber daya pada pendampingan yang tepat sasaran.

Melalui kolaborasi tersebut, Kemenag berharap terbentuk ekosistem filantropi Islam yang solid dan berkelanjutan.

Sinergi KKN Tematik, Kampung Zakat, dan Kota Wakaf diharapkan menjadi pilar penting dalam mempercepat pemberdayaan ekonomi umat serta berkontribusi menuju visi Indonesia Emas.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU