HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan startup Pilgrim Pal, sebuah platform digital yang membawa napas baru bagi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah mendukung inovasi teknologi anak bangsa agar mampu bersaing di panggung global sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan dukungannya setelah bertemu tim Pilgrim Pal di Autograph Tower, Jakarta (4/2). Menurutnya, aplikasi ini bukan sekadar alat bantu digital, melainkan pilar transformasi bagi ekosistem haji yang lebih aman dan efisien.
Pilgrim Pal menawarkan solusi teknologi end-to-end yang belum banyak menyentuh sektor layanan keagamaan secara komprehensif. Salah satu fitur unggulan yang menjadi sorotan adalah Simulator Manasik 3D, yang memungkinkan jemaah untuk mempelajari tata cara ibadah secara visual dan imersif langsung melalui gawai pribadi sehingga persiapan menjadi jauh lebih matang.
Selain itu, aplikasi ini menjawab kekhawatiran jemaah yang takut tersesat di tengah kerumunan melalui fitur Navigasi Instan dan Pelacakan Lokasi (live tracking). Fitur ini terhubung langsung dengan operator travel untuk memastikan keamanan jemaah.
Kemudian untuk mempermudah interaksi di Tanah Suci, tersedia pula fitur Penerjemah Bahasa yang membantu komunikasi dengan penduduk lokal Arab Saudi tanpa kendala.
Tidak hanya bagi jemaah, Pilgrim Pal juga menyediakan kemudahan bagi agen perjalanan melalui Sistem Manajemen Data dan Keuangan. Platform ini menghadirkan dasbor berbasis web yang memungkinkan operator mengelola dokumen, pengaturan akomodasi, hingga arus keuangan secara transparan dan teratur dalam satu sistem terintegrasi.
“Aplikasi Pilgrim Pal tergolong bagus untuk mempermudah jemaah serta membantu travel agent mewujudkan transformasi digital. Kami siap memberikan official endorsement dan memperkenalkannya kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” jelas Menteri Teuku Riefky.
CEO Pilgrim Pal, Garibaldy Wibowo Mukti, mengungkapkan bahwa aplikasi yang diluncurkan pada Oktober 2024 ini telah mendapatkan atensi luar biasa. Selain dukungan dari kementerian terkait di Arab Saudi, startup ini telah menerima investasi dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
“Cepat sekali respons yang diberikan Kemenekraf. Semakin banyak kami diperkenalkan dengan travel agency, maka semakin besar basis pelanggan dan manfaatnya nanti. Kami juga sedang menjajaki integrasi dengan sistem pembayaran digital untuk mempermudah transaksi jemaah,” ungkap Garibaldy.
Menteri Riefky berkomitmen untuk memfasilitasi koneksi Pilgrim Pal dengan agen perjalanan papan atas seperti Al Amin Universal Tours dan Kasiumrah by Kasisolusi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan standar baru dalam pelayanan haji dan umrah yang berbasis teknologi tinggi.
Dalam audiensi ini, Menteri Riefky didampingi oleh jajaran pejabat KemenEkraf, sementara dari pihak Pilgrim Pal hadir Co-founder Teddy Pandu Wirawan dan Chief Technology Officer Edwin Zaniar Putra yang berperan di balik pengembangan arsitektur teknologi aplikasi tersebut.


