Banjir Terparah 70 Tahun di Tunisia, Tewaskan 4 Orang

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sedikitnya empat orang tewas di Tunisia setelah curah hujan terberat di negara tersebut dalam lebih dari 70 tahun menyebabkan banjir.

Keempat korban tewas di Moknine, di provinsi Monastir, pada hari Selasa, menurut Khalil Mechri, juru bicara pertahanan sipil.

Banjir tersebut menghambat kehidupan sehari-hari di berbagai provinsi di Tunisia, menyebabkan mobil-mobil terendam dan layanan darurat kesulitan merespons besarnya bencana.

Seperti yang dikutip Holopis.com dari Reuters pad hari Rabu 21 Januari 2026 kemarin, tim perlindungan sipil juga menyatakan bahwa sejumlah wilayah terputus akibat banjir, terutama di lingkungan permukiman yang berada di daerah rendah.

Abderazak Rahal, kepala bagian prakiraan di Institut Nasional Meteorologi (INM), mengatakan bahwa beberapa wilayah di negara tersebut tidak mengalami curah hujan sebesar ini sejak tahun 1950.

“Kami telah mencatat jumlah curah hujan yang luar biasa untuk bulan Januari,” ujar Rahal.

- Advertisement -

Pejabat INM lainnya, Mahrez Ghannouchi, menulis dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa situasinya “kritis” di beberapa wilayah.

Menurut INM, desa wisata Sidi Bou Said, di pinggiran kota Tunis, mencatat curah hujan sebesar 206 mm (8,1 inci) sejak Senin malam.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Aisha Balqis Salsabila
Muhammad Ibnu Idris
Aisha Balqis Salsabila, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU