HOLOPIS.COM, JAKARTA – Toprak Razgatlioglu menegaskan bahwa MotoGP 2026 akan menjadi musim pembelajaran baginya. Meski berstatus rookie, pembalap asal Turki itu tetap optimistis bisa bersaing di level tertinggi dan menargetkan podium pada musim berikutnya.
Toprak menjalani lompatan besar dalam karier balapnya setelah delapan tahun berlaga di World Superbike (WSBK). Juara dunia WSBK tiga kali itu resmi “naik kelas” ke MotoGP dengan memperkuat Pramac Racing untuk dua musim ke depan.
Adaptasi awal Toprak terbilang menjanjikan. Pada tes post-season MotoGP di Valencia, November lalu, ia finis di posisi ke-18, bahkan lebih baik dari rekan setimnya Jack Miller yang berada di urutan ke-20.
Jelang MotoGP 2026, persaingan akan dipanaskan melalui tes musim dingin di Sepang dan Buriram, sebelum seri pembuka digelar di Thailand pada akhir Februari. Namun, Toprak tak menutup mata terhadap tantangan besar yang menantinya.
“Kesannya sangat positif, karena setelah Superbike saat aku menunggangi motor MotoGP, mesinnya sangat berbeda terutama akselerasinya luar biasa, dan di atas lintasan motornya sangat kencang,” ujar Toprak dikutip Holopis.com dari Motosan, Minggu (18/1/2026).

Meski terkesan dengan performa motor MotoGP, Toprak mengakui masih harus banyak belajar, terutama soal ban dan pengereman. Toprak pun realistis dalam memasang target.
“Namun, aku butuh waktu beradaptasi dan belajar, khususnya tentang ban dan pengereman. Aku butuh merasakan batasnya,” lanjutnya.
“Musim ini tidak akan mudah buatku karena ini kan sebuah tantangan besar. Tahun 2026 akan jadi tahun pembelajaran. Di 2027, setelah regulasi baru, mungkin kami akan bersaing untuk podium,” tegasnya.
Meski begitu, Toprak memastikan akan tetap tampil maksimal.
“Seperti biasanya, aku akan mengusahakan yang terbaik dan memberikan segenap kemampuanku,” tutupnya.
Dengan mental juara dan pengalaman panjang di WSBK, kehadiran Toprak diyakini akan menjadi warna baru sekaligus ancaman serius di MotoGP dalam beberapa musim ke depan.


