HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rusia menyatakan tengah memantau secara ketat pergerakan kapal tanker minyak berbendera Rusia bernama Marinera, yang dilaporkan dilacak oleh militer Amerika Serikat (AS) saat berlayar di perairan internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (6/1).
“Kapal tanker berbendera Rusia tersebut telah dilacak selama beberapa hari oleh kapal Penjaga Pantai Amerika Serikat, meskipun berada sekitar 4.000 kilometer dari pantai AS dan sedang berlayar secara sah di perairan internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip Holopis.com, Kamis (8/1).
Pemerintah Rusia menyebut pihaknya memantau perkembangan tersebut dengan penuh perhatian dan kekhawatiran. Moskow juga menilai tindakan Amerika Serikat sebagai bentuk perhatian yang tidak wajar terhadap kapal yang beroperasi secara legal.
Rusia pun menyerukan kepada negara-negara Barat yang selama ini menyatakan komitmen terhadap kebebasan navigasi agar “mulai menerapkan prinsip tersebut pada diri mereka sendiri,” sebagaimana disampaikan kementerian itu kepada kantor berita TASS.
Kapal tanker Marinera sebelumnya diketahui bernama Bella I dan termasuk dalam daftar kapal yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat. Media AS melaporkan kapal tersebut semula dijadwalkan mengangkut minyak dari Venezuela, namun gagal berlabuh akibat blokade yang diberlakukan Washington.
Setelah dilacak oleh Penjaga Pantai AS pada Desember 2025, kapal tanker tersebut dilaporkan tidak membawa muatan. Dalam periode itu, kapal mengganti nama, mengecat ulang lambung dengan bendera Rusia, serta mengubah negara pendaftaran resminya menjadi Rusia.
Pada akhir Desember lalu, Moskow juga telah melayangkan nota diplomatik kepada Washington yang menuntut agar Amerika Serikat menghentikan pelacakan terhadap kapal tanker tersebut.



