HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Jawa Timur berjalan sesuai regulasi nasional. Tata Kelola dan pengawasan BBM bersubsidi di Jatim dianggap sudah tepat.
Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurut Kofifah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menerima penghargaan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akhir 2025.
Dia menuturkan penghargaan itu atas peran aktif Jatim dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) melalui Aplikasi XStar BPH Migas.
Khofifah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur atas komitmen dalam implementasi Aplikasi XStar BPH Migas.
“Penghargaan ini jadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat pengawasan dan tata kelola penyaluran BBM bersubsidi agar benar-benar tepat guna dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berhak menerima,” kata Khofifah, dalam keterangannya, Minggu, (4/1/2026).
Dia bilang Jatim merupakan provinsi dengan aktivitas ekonomi dan sektor produktif yang tinggi. Dengan demikian, kebutuhan energi juga sangat besar.
Menurut dia, melalui penguatan pengawasan dan pemanfaatan sistem digital, perlu dipastikan penyaluran BBM bersubsidi tidak melenceng dari sasaran.
“Dengan tata kelola yang akuntabel, subsidi energi dapat benar-benar memberikan keadilan dan manfaat bagi masyarakat,” jelas Khofifah.
Adapun BPH Migas sudah menetapkan kuota BBM untuk Jawa Timur pada 2025 sebesar 2.715.689 kiloliter (KL) untuk jenis bahan bakar tertentu atau JBT. Lalu, 4.358.878 KL untuk Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP), dengan realisasi penyaluran masing-masing 2.240.737 KL dan 3.212.481 KL.
Lebih lanjut, dia menuturkan, sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan BPH Migas jadi kunci jaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi petani, nelayan, serta sektor sosial lainnya.
Dia menyebut sinergi lintas level pemerintahan ini memastikan keamanan pasokan, keandalan stok, serta transparansi penyaluran BBM bersubsidi di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat yang berhak,” tutur Khofifah.
Kemudian, Khofifah mengatakan komitmen Jatim dalam mendukung kebijakan nasional sektor energi. Kata dia, Jatim akan terus berkomitmen mendukung program ketahanan energi nasional.
“Melalui penguatan pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi di sektor hilir,” jelas Khofifah.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...