HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wali Kota New York Zohran Mamdani berjanji untuk menciptakan era baru dalam memimpin kota terbesar di Amerika Serikat itu. Politikus 34 tahun itu cukup ambisius dalam pidato pertamanya usai dilantik.
Mengutip laporan The Guardian, Mamdani pada setahun lalu hampir tidak dikenal karena hanya sebagai anggota dewan negara bagian. Namun, kini dia merupakan wali kota Muslim pertama di New York. Mamdani juga Wali Kota pertama keturunan Asia Selatan, dan yang lahir di Afrika. Dia juga yang pertama dilantik menggunakan Alquran.
Mamdani mengaku momen yang dialaminya jarang terjadi. “Dan, lebih jarang lagi adalah ketika rakyat sendiri yang memegang kendali perubahan,” kata Mamdani saat pidato perdana di luar Balai Kota New York City dikutip dari The Guardian, pada Jumat, (2/1/2026).
Dia mengaku saat menulis pidato perdananya, ada disarankan untuk menurunkan ekspektasi. “Saya tidak akan melakukan hal seperti itu,” kata Mamdani.
Mamdani mengajak warga New York untuk bersama memajukan kota itu itu. “Kita mungkin tidak selalu berhasil, tetapi kita tidak akan pernah dituduh kurang berani untuk mencoba,” jelas Mamdani.
Lebih lanjut, dia tak akan melupakan rekam jejaknya sebagai sosialis demokrat. Dia berjanji akan memimpin New York sebagai sosialis demokrat. Mamdani tak akan meninggalkan prinsipnya hanya karena dicap sebagai radikal. “Saya tidak akan meninggalkan prinsip-prinsip saya karena takut disebut radikal,” ujar Mamdani.
Dari hari pertamanya sebagai wali kota, Mamdani mencabut semua perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh wali kota sebelumnya, Eric Adams setelah 26 September 2024. Adams, eks wali kota itu tersandera tuduhan kasus korupsi federal, yang kemudian dibatalkan oleh pemerintahan Donald Trump.
Salah satu kebijakan Adams yang dicabut Mamdani adalah larangan boikot anti Israel di ruang publik oleh para pejabat dan staf Pemerintah Kota New York.
Mamdani juga siap melindungi hak warga New York untuk menjalankan kebebasan beragama tanpa pelecehan di tempat ibadah”.
Dengan kebijakan itu, Mamdani ingin memastikan awal yang baru bagi pemerintahan Kota New York. Dia berjanji ingin berikan layanan, keunggulan, dan kepemimpinan yang berorientasi pada nilai secara berkelanjutan.
Mamdani kemudian berencana untuk menerbitkan kembali perintah-perintah tertentu, termasuk memerangi Antisemitisme yang dibuat Adams pada Mei 2025.


