Pemerintah Pastikan Tak Ada Impor Beras dan Gula Konsumsi di 2026

0 Shares

Dengan tidak adanya impor beras bahan baku industri pada 2026, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku lokal.

“Harapannya bahan baku lokal mampu memenuhi spesifikasi kadar amilosa, kebersihan, dan viskositas serta hardness atau tingkat kekerasan,” ucap Amran.

Selain beras, kebijakan tanpa impor juga berlaku untuk gula konsumsi. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 per 28 Desember 2025, carry over stock gula konsumsi dari 2025 ke 2026 diperkirakan mencapai 1,437 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 2,836 juta ton per tahun, produksi gula konsumsi yang diestimasi berada di kisaran 2,7 juta hingga 3 juta ton dinilai mampu menciptakan surplus yang kuat.

Tak hanya itu, impor jagung untuk pakan, benih, maupun kebutuhan rumah tangga juga dipastikan tidak dilakukan pada 2026. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, carry over stock jagung dari 2025 ke 2026 tercatat cukup besar, yakni 4,521 juta ton, meski terdapat estimasi susut atau tercecer sebesar 831,6 ribu ton.

Kebijakan tanpa impor tersebut menegaskan arah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani serta peternak di dalam negeri.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU