HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) membidik peningkatan nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eurasia Economic Union (EAEU) hingga dua kali lipat melalui perjanjian dagang Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA).
Budi mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhan total perdagangan Indonesia dengan negara-negara EAEU atau IAU tercatat mencapai 21,45 persen.
Capaian tersebut menunjukkan hubungan dagang Indonesia dengan kawasan Eurasia terus berkembang secara signifikan.
“Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan total perdagangan Indonesia IAU tercatat sebesar 21,45 persen. Angka ini mencerminkan perkembangan positif perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara IAU,” ujar Mendag Busan seperti yang dikutip Holopis.com dalam Strategic Forum Perdagangan Internasional Indonesia–Eurasia Economic Union (EAEU) FTA, Senin, (15/12).
Menurut Mendag, penyelesaian perjanjian Indonesia–EAEU FTA akan membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi produk Indonesia. Kawasan Eurasia dinilai memiliki potensi besar untuk menyerap berbagai komoditas unggulan nasional.
“Indonesia–IAU FTA membuka pasar IAU yang cukup besar,” katanya.
Dengan peluang tersebut, pemerintah menargetkan lonjakan nilai perdagangan yang signifikan. Budi menyebut peningkatan total perdagangan hingga dua kali lipat menjadi sasaran utama setelah perjanjian dagang tersebut berlaku efektif.
“Jadi kita itu ingin total trade-nya kalau bisa meningkat dua kali lipat,” tegasnya.
Meski demikian, Budi menekankan bahwa manfaat maksimal dari perjanjian dagang sangat bergantung pada pemanfaatannya oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, setelah perjanjian rampung, fokus pemerintah akan diarahkan pada optimalisasi implementasi di lapangan.
“Yang paling penting adalah bagaimana ketika perjanjian dagang ini sudah selesai, perjanjian ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.


