HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya Israel yang mau menggusur atau mengusir rakyat Palestina ke luar negeri menuai kritik dari belahan dunia internasional. Langkah zionis itu dengan membuka gerbang perbatasan Rafah secara satu arah hanya untuk rakyat Palestina yang hendak meninggalkan jalur Gaza.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Hidayat Nur Wahid alias HNW mendukung pernyataan Bersama yang disuarakan sejumlah Menteri luar negeri dari negara muslim. Salah satu Menteri yang bersuara keras adalah Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
“Delapan Negara ini melalui menteri luar negerinya, termasuk Indonesia, melakukan langkah yang baik, menolak pengusiran warga Gaza/Palestina dengan cara apapun,” kata HNW, dalam keterangannya, Minggu, (7/12/2025).
Dia mengingatkan kritik delapan negara itu mesti dilakukan secara serius sebagai bentuk untuk mengawal agar tak terjadi pengusiran Rakyat Palestina.
Ttermasuk dari Jalur Gaza dengan cara apa pun, seperti yang sudah dilakukan Israel dengan membuka pintu Rafah maupun menerbangkan warga keluar dari Gaza/Palestina ke Afrika Selatan tanpa dokumen apa pun,” jelas HNW.

HNW mengecam Israel yang membuat kebijakan pembukaan perbatasan Rafah untuk warga Gaza. Kebijakan otoritas zionis itu hanya dibuka untuk keluar dari Gaza. Tapi, tidak berlaku untuk masuk kembalinya warga Palestina ke Gaza.
“Itu sama saja pengusiran terselubung. Apalagi dengan terbongkarnya manuver pihak Israel yang terbangkan ratusan warga Gaza/Palestina secara ilegal ke Afrika Selatan,” tutur eks Presiden PKS itu.
Dia meyinggung langkah Israel itu dicurigai sebagai cara licik untuk mengusir warga Palestina dan mengosongkan Jalur Gaza. Dengan demikian, ia curiga Israel bisa menguasai sepenuhnya Gaza sehingga dengan mudah pembentukan negara Israel Raya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan agar delapan negara itu bisa bahu membahu untuk memastikan pelaksanaan perjanjian perdamaian tak malah merugikan nasib dan perjuangan rakyat Palestina.
Menurut dia, jangan sampai ada upaya yang makin menjauhkan mereka dari cita-cita atau perjuangan berdirinya negara Palestina merdeka. Apalagi, saat ini, Palestina sudah diakui oleh lebih dari 156 negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
HNW juga menyinggung Israel yang masih terus melanggar kesepakatan damai termasuk melakukan penyerangan militer. Selain itu, Israel juga aktif melakukan pengusiran terhadap rakyat Palestina dari tanah airnya.
“Pengusiran rakyat Palestina dengan alasan apa pun, sehingga mereka tak bisa kembali ke negaranya, merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat karena itu juga bentuk lain dari praktik genosida yang sangat jahat,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menilai perlu ada lobi dan komunikasi yang lebih intensif dengan Amerika Serikat (AS). Sebab, AS sebagai salah satu negara yang mengajukan proposal perdamaian.
Dengan dibukanya perbatasan Rafah ke Mesir merupakan suatu langkah yang perlu dilakukan. Tapi, kebijakan itu agar bantuan kemanusiaan dan proses rekonstruksi Jalur Gaza bisa segera dilakukan.
“Itu yang menjadi tujuan utama dibukanya perbatasan Rafah. Bukan justru untuk mengusir warga Gaza keluar dari wilayahnya agar kemudian wilayah tersebut dikuasai oleh Israel,” tuturnya.

