Pada Agustus 2024, Hendrik bertemu dengan Ageng selaku PPK proyek pembangunan RSUD di Koltim. Keduanya membahas desain rumah sakit sebagai bagian dari pengurusan DAK.
Dalam pertemuan itu, disebutkan DAK RSUD Kolaka Timur mengalami kenaikan signifikan usulan menjadi Rp 170,3 miliar dari Rp 47,6 miliar. Kemudian terjadi permintaan uang oleh Hendrik kepada Yasin selaku ASN di Bapenda Provinsi Sultra sekaligus orang kepercayaan Abdul Azis yang menjabat sebagai Bupati Koltim ketika itu.

