Merujuk risalah rapat itu, ada tiga alasan krusial yang membuat Gus Yahya mesti lengser dari kursi Ketum PBNU. Salah satunya terkait penyelenggaraan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang mengundang pembicara sekaligus aktivis pro Israel yakni Peter Berkowitz pada Agustus 2025.
Cara Gus Yahya mengundang tokoh pro Israel dinilai melanggar dan bertentangan dengan nilai serta ajaran PBNU. Kegiatan AKN NU dengan pembicara pro Israel dicap juga sebagai tindakan yang mencemarkan nama baik perkumpulan NU.
Sebab, acara AKN NU dengan pembicara aktivis pro Israel itu dilakukan di tengah genosida militer zionis terhadap rakyat Palestina di jalur Gaza.


