Ahmad mengatakan fasilitas tersebut nantinya berperan penting dalam menjaga suplai pangan masyarakat, terutama di daerah terpencil yang sering terkendala distribusi akibat cuaca ekstrem.
“Sesuai dengan arahan Presiden, kita akan membangun gudang secepatnya. Harapannya di bulan Maret nanti sudah jadi dan bisa masuk hasil panen. Di panen raya itu sudah bisa masuk ke gudang baru,” ujarnya.
Waspada Lonjakan Stok 3 Juta Ton
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan perlunya langkah antisipatif menghadapi lonjakan stok beras pada Desember hingga Januari 2026.
“Perkiraan kami, 3 juta berarti tertinggi selama 57 tahun. Nah, sekarang harus dipersiapkan Februari (2026). Februari sampai April (2026) itu butuh penyerapan 3 juta ton,” katanya.
Menurut dia, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena kesiapan kapasitas gudang perlu dipastikan sejak dini. Meski begitu, Amran tetap optimistis Bulog mampu memenuhi kebutuhan serapan beras berkat pengalaman dan kesiapan jajaran internalnya.



