“Izinnya seribu, dia kelola dua puluh ribu. Kalau tidak ditertibkan, itu justru mengurangi PNBP. Kalau ditertibkan, sisanya bisa dikeluarkan izin lagi, masuk lagi pendapatan negara,” jelasnya.
Menurut dia, perlu ada ketegasan Kementerian ATR/BPN dalam menertibkan praktik-praktik semacam ini. Maka itu, ia menaruh harapan agar kepemimpinan baru di jajaran eselon I bisa membawa perubahan positif.
“Saya punya harapan baru dengan Sekjen yang baru. Dari wajahnya ini, berani,” ujarnya.


