Hal ini terjadi karena peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh, dan biasanya keluhan akan berkurang setelah tubuh menyesuaikan diri dengan hormon kehamilan tersebut.
Selain itu, lonjakan hormon membuat kelenjar susu berkembang dan aliran darah ke area payudara meningkat. Memasuki sekitar usia kehamilan 11 minggu, warna areola cenderung menjadi lebih gelap. Perubahan ini berfungsi mempersiapkan payudara untuk memproduksi ASI selama masa menyusui nanti.
Mudah Lelah
Rasa mudah lelah merupakan salah satu tanda kehamilan yang sehat dan sering dialami oleh ibu hamil. Pada awal masa kehamilan, kadar hormon progesteron meningkat sehingga membuat tubuh lebih cepat mengantuk. Kondisi ini dapat diatasi dengan mencukupi waktu istirahat dan tidur.
Meski begitu, Bumil perlu waspada apabila kelelahan disertai gejala lain, seperti wajah pucat, sering pusing, nyeri dada, jantung berdebar, atau tangan dan kaki terasa dingin. Kombinasi gejala tersebut bisa mengindikasikan anemia.
Untuk membantu menjaga energi selama hamil, Bumil dapat mencoba olahraga khusus ibu hamil, misalnya senam hamil. Namun sebelum memulai, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika sebelumnya jarang berolahraga.
Perubahan Emosional (mood swing)
Perubahan suasana hati pada ibu hamil umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan hormon, rasa lelah, dan stres. Faktor-faktor ini bisa memengaruhi zat kimia dalam otak, sehingga ibu hamil dapat mengalami emosi yang naik turun, mulai dari merasa sangat bahagia, cemas, hingga sedih atau tertekan.
Namun, bila perubahan mood tersebut mulai mengganggu kegiatan sehari-hari atau berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Jika gangguan emosional dibiarkan tanpa penanganan, hal ini dapat berdampak pada perkembangan janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur serta depresi setelah melahirkan.
Kontraksi Perut
Merasa adanya tendangan atau gerakan janin menjadi tanda bahwa bayi berkembang dengan baik di dalam kandungan. Sebenarnya, gerakan ini sudah dapat dirasakan sejak awal kehamilan, namun mendekati akhir trimester kedua, intensitasnya akan terasa lebih kuat dan lebih sering.



