HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polri terus berbenah menuju era digital. Melalui dua inovasi unggulan, yakni SINAR (SIM Nasional Presisi) dan SIGNAL (Samsat Digital Nasional), Korlantas Polri kini menghadirkan layanan publik yang makin cepat, praktis, dan transparan.
Direktur Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri, Brigjen Pol Wibowo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) sesuai dengan arah kebijakan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses, efisien, dan bebas pungutan liar. SINAR dan SIGNAL adalah bukti nyata komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar Wibowo di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Melalui aplikasi SINAR, masyarakat kini bisa memperpanjang SIM A dan SIM C tanpa harus datang ke Satpas. Semua proses, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pembayaran, dilakukan secara online, dan SIM baru dikirim langsung ke rumah lewat layanan pos.
Sementara aplikasi SIGNAL memudahkan pemilik kendaraan membayar pajak kendaraan bermotor secara digital. Sistemnya sudah terhubung dengan Polri, Jasa Raharja, dan Bapenda di seluruh Indonesia, sehingga prosesnya cepat dan bebas antre.
Wibowo menjelaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar soal teknologi, tapi juga perubahan budaya kerja di tubuh Polri. Dengan sistem digital, jajaran Polri diharapkan menjadi lebih responsif, adaptif, dan fokus pada peningkatan kualitas layanan publik.
“Reformasi Polri tidak hanya soal penegakan hukum, tapi juga tentang bagaimana kami memudahkan masyarakat. Revitalisasi Ditregident ini adalah bukti nyata transformasi itu berjalan,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Ditregident juga tengah menyiapkan layanan baru seperti E-BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor Elektronik) dan Digital ID Regident, yang akan terintegrasi dalam ekosistem data nasional berbasis big data dan kecerdasan buatan (AI).
Dengan integrasi ini, Polri menargetkan layanan publik yang lebih cepat, akurat, dan aman di bidang registrasi kendaraan dan pengelolaan identitas.


