Ray Rangkuti Pertanyakan Penyelidikan KPK Soal Dugaan Korupsi Whoosh

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mempertanyakan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyatakan telah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Whoosh sejak Januari 2025. Pernyataan tersebut dinilai menambah bobot diskusi mengenai potensi praktik korupsi dalam proses pengadaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Dalam podcast yang tayang di channel Youtube Abraham Samad SPEAK UP, Ray menyebut bahwa pernyataan KPK yang mengatakan bahwa sudah mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus korupsi proyek whoosh sejak awal tahun 2025 menjadi pertanyaan besar terkait adanya praktik korupsi dalam proyek tersebut.

“Nah menariknya bagi saya Pak Abraham tuh, di tengah perdebatan soal ada korupsi ini dalam proses pengadaannya, KPK mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sudah melakukan penyelidikan istilah mereka sejak Januari yang lalu. Nah itu menambah bobot dari diskusi soal dugaan adanya praktek korupsi ini. Pertanyaannya bagi saya apa yang kira-kira membuat KPK tertarik untuk katakanlah melakukan investigasi soal kemungkinan dugaan adanya korupsi di dalam Woosh ini. Agak ini ya, apa mereka gak sein kiri sein kanan dulu?,” kata Ray seperti dikutip Holopis.com dari channel Youtube Abraham Samad SPEAK UP.

Menurut Ray, pernyataan KPK tersebut cukup mengejutkan mengingat lembaga antirasuah belakangan dianggap cenderung enggan memeriksa pihak-pihak yang dekat dengan pemerintah.

“Model kepemimpinan KPK sekarang ini kan kelihatan lebih banyak membidik orang-orang yang merupakan seterunya pemerintah gitulah kira-kira, bukan temannya pemerintah. Itu kelihatan yang dibidik KPK gitu. Nah tiba-tiba kok mereka mengakui telah melakukan proses penyelidikan. Jadi bukannya investigasi nih, sudah tahap penyelidikan, satu tahap lagi sudah ke penyidikan terhadap kasus Whoosh ini sejak awal tahun 2025 yang lalu, bagi saya itu agak mengejutkan,” ujarnya.

Ray juga menilai ada kejanggalan lain ketika KPK meminta agar mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Mahfud MD untuk melaporkan dugaan korupsi tersebut, padahal KPK sendiri mengaku telah melakukan penyelidikan sejak awal tahun 2025.

- Advertisement -

“Ada unsur lucunya. Lucunya tadi Pak Abraham sudah mengatakan mereka sudah melakukan penyelidikan sejak awal tahun 2025, kok sekarang mereka minta Pak Mahfud melaporkan kan aneh. Ngapain lagi Pak Mahfud harus melaporkan? Mereka aja udah melakukan penyelidikannya kok,” katanya.

Ia kemudian menyinggung pengalaman serupa yang pernah terjadi ketika dirinya bersama sejumlah pihak pernah melaporkan dugaan korupsi lain ke KPK. Pada saat itu, meski bukti sudah dibawa, proses tindak lanjut disebut tidak berjalan hingga bertahun-tahun.

“Sudah hampir empat tahun tidak ada perkembangan. Jadi sikap Pak Mahfud itu mungkin benar, gak perlu dilaporkan. Soalnya kalau dilaporkan malah mungkin gak diselidiki,” ujar Ray.

Hingga kini, KPK belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Maria Hermina
Achmad Husin Alifiah
Maria Hermina, Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU