HOLOPIS.COM, SINGAPURA – Indonesia kembali memamerkan pesona terbarunya di pameran pariwisata business-to-business bergengsi, ITB Asia 2025. Namun, kali ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak hanya menjual keindahan alam biasa.
Kemenpar meluncurkan tema strategis yang diyakini menjadi masa depan pariwisata yakni perpaduan sinergis antara Marine (Bahari), Gastronomi (Kuliner), dan Wellness (Kesehatan dan Kebugaran).
Tiga pilar ini, yang dijuluki sebagai ‘Tri-Flagship’ Indonesia, menjadi janji baru bagi wisatawan global yaitu sebuah pengalaman berlibur yang benar-benar holistik dan memulihkan jiwa.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan pergeseran fokus ini di Jakarta. Menurutnya, partisipasi tahun ini adalah cerminan tekad pemerintah untuk mengembangkan potensi pariwisata yang lebih dari sekadar visual.
“Indonesia tidak hanya berorientasi pada keindahan alam, tetapi juga pada pengalaman yang holistik dan mendalam bagi wisatawan,” ujar Made.
Bayangkan, setelah menjelajahi surga bawah laut yang menakjubkan, wisatawan dapat memanjakan diri dengan ritual wellness berbasis kearifan lokal, dan ditutup dengan petualangan cita rasa gastronomi yang otentik. Ini adalah keseimbangan yang ditawarkan Indonesia.
Booth “Wonderful Indonesia” seluas 61 m² di Marina Bay Sands, Singapura, dirancang untuk merepresentasikan filosofi holistik ini. Dengan konsep minimalis namun atraktif, booth tersebut secara cerdas menampilkan visual keindahan bawah laut, ekowisata bahari, hingga keanekaragaman kuliner tradisional yang dipoles modern.
Hal yang menjadi sorotan adalah layanan wellness yang dipamerkan. Indonesia menggabungkan tradisi kesehatan nusantara, mulai dari jamu hingga pijat ala Bali dan Jawa dengan tren kesehatan global. Ini menegaskan bahwa perjalanan ke Indonesia tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga proses penyembuhan fisik dan mental.
Pameran ini menjadi platform ideal bagi 16 pelaku industri pariwisata nasional yang turut serta, terdiri dari delapan travel agent/tour operator dan delapan hotel ternama. Mereka mewakili destinasi-destinasi unggulan, termasuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.
Partisipasi Indonesia di ITB Asia ini memiliki bobot strategis tinggi, mengingat posisi Singapura sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan mancanegara menuju Indonesia. Made menegaskan bahwa promosi di pasar Singapura sangat vital untuk mendongkrak awareness destinasi-destinasi Indonesia.
Target yang dipatok pun ambisius, Indonesia menargetkan kedatangan 1,6 juta hingga 1,8 juta wisatawan asal Singapura pada tahun 2025. Angka ini menempatkan Singapura sebagai kontributor utama dalam pemulihan sektor pariwisata nasional.
“Melalui ITB Asia, kita dapat menghadirkan cerita dan pengalaman pariwisata Indonesia yang autentik, mulai dari kekayaan laut yang menakjubkan, cita rasa kuliner yang khas, hingga layanan wellness yang menawarkan keseimbangan fisik dan mental,” tutup Made.


