HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setelah lama dinanti, Ferrari akhirnya membocorkan detail awal mobil listrik (EV) pertamanya, yang akan diluncurkan secara global pada akhir 2026.
Meski desain eksteriornya masih disembunyikan hingga musim semi tahun depan, Ferrari menjanjikan mobil ini tetap membawa DNA performa tinggi khas Cavallino Rampante dengan sentuhan teknologi masa depan.
Dilaporkan laman Drive yang dikutip Holopis.com, pada Jumat (10/10/2025), Ferrari EV pertama ini diperkirakan berbentuk SUV bergaya coupe rendah, menjadi “saudara elektrik” bagi Ferrari Purosangue.
Di balik bodinya, tersimpan dua motor listrik yang mampu menghasilkan output lebih dari 735 kW (setara 1.000+ hp) saat mode “boost” aktif. Akselerasi dari 0–100 km/jam diklaim hanya butuh 2,5 detik, dengan kecepatan puncak 310 km/jam performa yang menyaingi supercar bensin Ferrari.
Ferrari menyematkan baterai 122 kWh bertegangan 880 volt, yang menawarkan jangkauan hingga 530 km. Baterai ini juga berfungsi sebagai bagian struktural kendaraan, menurunkan pusat gravitasi hingga 80 mm dibanding mobil konvensional dan meningkatkan ruang kabin belakang.
Uniknya, Ferrari tetap mempertahankan “suara khas” supercar lewat sistem inovatif: sensor di poros belakang menangkap frekuensi motor listrik, lalu diperkuat dan diproyeksikan keluar layaknya gitar listrik.
Ada pula sistem Torque Shift Engagement, yang meniru sensasi perpindahan gigi dengan lima level performa melalui paddle shift.
Suspensi aktif canggih dari Ferrari F80 dan Purosangue juga digunakan, dengan bobot total sekitar 2.300 kg. Pengemudi bisa memilih berbagai mode berkendara, termasuk Range, Tour, Performance, hingga RWD-only lewat kontrol Manettino di setir.
Meski nama resmi belum diumumkan, Ferrari memastikan mobil ini punya wheelbase 2.960 mm, seukuran sedan eksekutif besar. Detail lengkapnya akan diungkap bertahap menjelang peluncuran global pada 2026 menandai babak baru Ferrari di era mobil listrik tanpa kehilangan jiwa sportinya.

