JAKARTA – Rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Senin (13/7/2026), mendadak menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena membahas kebijakan strategis pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi pelaku usaha perikanan, tetapi juga lantaran Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, tertangkap kamera tampak memejamkan mata di tengah jalannya rapat.
Dalam foto resmi rapat yang beredar, Rachmat Pambudy terlihat duduk di sisi kiri Presiden Prabowo dengan kepala menunduk dan mata terpejam. Momen tersebut langsung memicu berbagai komentar di media sosial karena terjadi saat Presiden memimpin pembahasan salah satu kebijakan ekonomi yang dinilai penting bagi sektor perikanan nasional.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melalui akun media sosialnya mengungkapkan bahwa rapat tersebut membahas pemberian harga khusus BBM bagi pelaku usaha perikanan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada nelayan.
“Saya menghadiri Ratas Pimpinan Presiden @prabowo yang membahas pemberian harga khusus BBM kepada pelaku usaha perikanan sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga keberlanjutan operasional nelayan dan memperkuat sektor perikanan nasional,” tulis Sjafrie.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar implementasi kebijakan tersebut dilakukan secara hati-hati dan tepat sasaran.
“Dalam rapat ini, Presiden akan memastikan penyalurannya dilaksanakan secara terukur, tepat sasaran dan diawasi secara ketat agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan,” lanjut Sjafrie.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta jajaran pejabat terkait lainnya.
Pemerintah sebelumnya memutuskan memberikan harga khusus BBM sebesar Rp15.000 per liter bagi kapal perikanan di atas 30 GT. Kebijakan tersebut akan dibiayai melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan kuota sekitar 400.000 ton untuk enam bulan ke depan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan dari Rachmat Pambudy maupun Kementerian PPN/Bappenas terkait momen yang terekam dalam foto tersebut. Foto tersebut hanya memperlihatkan ia memejamkan mata dan menundukkan kepala saat rapat berlangsung. Tidak dapat dipastikan dari foto saja apakah yang bersangkutan benar-benar tertidur atau hanya sedang memejamkan mata sesaat.


