SULAWESI – Geopark Maros-Pangkep, bisa disebut sebagai harta karun geologi dan budaya di Sulawesi Selatan. Kini, geopark yang memesona ini sedang menunggu revalidasi berupaya mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark.
Revalidasi yang akan dilakukan UNESCO setiap empat tahun ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pertaruhan besar untuk masa depan pariwisata di Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam keterangannya, menegaskan bahwa status UNESCO ini jauh lebih dari sekadar pengakuan. Ini adalah kunci pembuka untuk mengangkat ekonomi lokal melalui geowisata dan ekowisata.
Dengan mempertahankan status ini, Geopark Maros-Pangkep bisa menjadi model pariwisata yang tidak hanya indah, tapi juga berwawasan lingkungan dan memberdayakan masyarakat.
“Pariwisata berkualitas dan berkelanjutan adalah konsep yang kita usung. Hal ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, untuk menciptakan harmoni antara manusia dengan lingkungan, alam, dan budaya,” ujar Wamenpar.
Status UNESCO Global Geopark yang disandang sejak 24 Mei 2023 menjadikan Maros-Pangkep sebagai taman bumi global pertama di Sulawesi. Sebuah pencapaian yang membanggakan, namun tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan standar global yang telah ditetapkan.
Proses revalidasi ini merupakan evaluasi ketat dari UNESCO untuk memastikan geopark terus memenuhi standar global dalam konservasi geologi, budaya, dan yang paling penting, partisipasi aktif dari masyarakat lokal. Enam rekomendasi dari UNESCO, termasuk peningkatan visibilitas, promosi, dan pendidikan, menjadi panduan utama dalam persiapan ini.
Wamenpar mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan oleh Badan Pengelola Geopark dan menyarankan agar mereka belajar dari pengalaman Geopark Toba untuk memperkuat kolaborasi. “Kementerian Pariwisata siap memberikan dukungan penuh,” tambah Wamenpar.
Dengan revalidasi yang sukses, Geopark Maros-Pangkep tidak hanya akan mengukuhkan posisinya di peta pariwisata dunia, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana warisan alam dan budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.


