JAKARTA – Pengamat politik sekaligus mantan birokrat Muhammad Said Didu menilai bahwa reshuffle yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto, pada Rabu (17/8) kemarin, telah memperkuat kendali dan pengaruh Presiden terhadap pemerintahan Indonesia.
“Nah, saya menganggap bahwa sekarang Prabowo dengan reshuffle ini itu menunjukkan bahwa sekarang betul-betul mau mengendalikan,” kata Said dalam kanal YouTube Refly Harun, seperti dikutip Holopis.com, Kamis (18/9).
Ia lantas menjelaskan, salah satu bukti Prabowo ingin mengendalikan pemerintahan adalah dengan menempatkan orang yang sangat mengerti dan dipercayanya, yakni mantan Wakil Menteri di Kantor Komunikasi Presiden, untuk mengamankan dan mengawasi semua lini pemerintahan.
“Nah, bukti juga mau mengendalikan adalah orang paham betul jurusan bicara Presiden Kantor Komunikasi Presiden (PCO) itu kan betul-betul yang bekas Wamendigi itu kepercayaan Prabowo betul. Jadi, nah saya melihat betul-betul dia mau mengendalikan apa namanya ini, mengamankan semua lini gitu loh,” ungkapnya.
Said pun mengibaratkan hal ini seperti makan bubur panas, dimana pengaruh dalam pemerintahan yang sebelumnya hanya dipegang oleh sedikit pihak, seperti Sjafrie.
Kata dia, kini pejabat di Indonesia semakin meluas dengan banyaknya tokoh baru yang turut serta memegang peranan penting dalam pemerintahan.
“Nah, itu kira-kira jadi istilah saya dulu makan bubur panas. Nah, betul-betul sudah tengahnya. Dari pinggir-pinggir. Nah, mulai makan tengahnya dan sendoknya makin banyak,” tuturnya.
“Karena dulu kan sendoknya hanya Sjafrie gitu kan. Karena Dasco itu kan agak dekat ke Solo juga. Jadi enggak bisa jadi sendok gitu kan. Sendok makan bubur panasnya. Nah, sekarang banyak sendoknya,” tambahnya.
Melihat kondisi Indonesia seperti itu, ia berharap agar sebelum tanggal 20 Oktober, Prabowo sudah benar-benar menunjukkan wibawa dan otoritas penuh sebagai pemimpin negara.
“Jadi mudah-mudahan sebelum 20 Oktober itu betul-betul Pak Prabowo sudah menunjukkan saya adalah Presiden gitu loh,” imbuhnya.


