Petugas Masih Kesulitan Evakuasi Korban Longsor di Nagekeo

0 Shares

JAKARTA – Petugas gabungan sampai dengan saat ini masih terus melakukan pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, sejumlah kendala masih dihadapi oleh petugas untuk mengevakuasi korban.

Sejumlah kendala turut dihadapi tim pencarian, mulai dari luasnya area terdampak hingga banyaknya material yang menutup akses,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (16/9).

Abdul menjelaskan bahwa material yang terbawa arus berupa batu berukuran besar dan tumpukan puing-puing kayu menyulitkan upaya penyisiran.

“Namun, berkat dukungan alat berat berupa excavator, sebagian besar material kayu telah berhasil dibersihkan,” ujarnya.

Bencana ini diketahui meliputi 4 kecamatan, 31 desa, dan 2 kelurahan, dengan kondisi terparah terjadi di Kecamatan Mauponggo. Hujan deras yang mengguyur wilayah dataran tinggi memicu aliran deras dari hulu menuju pesisir, merusak pemukiman warga, sarana umum, serta lahan pertanian.

- Advertisement -

Peristiwa ini telah menelan korban jiwa sebanyak 6 orang meninggal dunia, 3 orang masih hilang, dan 2 orang luka-luka.

Peristiwa ini mengakibatkan 34.812 jiwa terdampak dan sedikitnya 73 KK harus mengungsi ke rumah kerabat. Kerugian material meliputi 33 unit rumah rusak berat, fasilitas pendidikan, kesehatan, jaringan air bersih, hingga 18 daerah irigasi, serta kerusakan lahan pertanian, perkebunan, dan infrastruktur jalan serta jembatan.

Upaya tanggap darurat terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Nagekeo bersama unsur terkait. Upaya penanganan meliputi pendirian dapur umum, penyaluran bantuan logistik, pembangunan jembatan darurat, hingga kaji cepat kerusakan infrastruktur.

Pemerintah Provinsi NTT dan BNPB juga menyalurkan bantuan berupa tenda, selimut, matras, peralatan kebersihan, makanan siap saji, hingga dukungan peralatan evakuasi. Total unsur yang terlibat dalam penanganan mencapai 219 personel dari berbagai instansi dan relawan.

Sebagai langkah respons, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem sejak 9 hingga 30 September 2025. Dalam masa ini, kebutuhan mendesak mencakup pangan, air bersih, obat-obatan, tenda darurat, serta tambahan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan dan membuka akses ke wilayah terdampak.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU