Wamentan : NTP Naik 0,76 Persen, Pertanian Indonesia Tunjukkan Tren Positif

0 Shares

JAKARTAWakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaru Sudaryono menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0,76 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat angka NTP tersebut naik menjadi 123,57 pada bulan Agustus kemarin.

Dimana angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan bulan Juli sebelumnya. Hal ini disampaikannya melalui unggahan video di Instagram resminya @sudaru_sudaryono, pada Minggu (7/9).

“Guys ada kabar baik dari pertanian Indonesia. NTP kita naik. NTP adalah singkatan dari nilai tukar petani. BPS mencatat nilai tukar petani per Agustus 2025 naik menjadi 123,57. Angka ini meningkat 0,76 persen dibanding Juli 2025,” kata Sudaryono, seperti dikutip Holopis.com dari Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Senin (8/9).

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu mengatakan, kenaikan angka ini disebabkan oleh naiknya harga hasil panen yang diterima para petani, sementarabbiaya hidup dan produksi pertanian hanya mengalami sedikit kenaikan.

Di sisi lain, komoditas pertanian seperti gabah, jagung, kelapa sawit, dan bawang merah menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan NTP tersebut.

“Kenapa NTP bisa naik Mas Dar? Mungkin kalian bertanya-tanya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga hasil panen yang diterima petani, sementara biaya hidup dan produksi hanya naik tipis. Komoditas utama yang mendorong tren ini adalah gabah, jagung, kelapa sawit, dan bawang merah,” tuturnya.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, produksi subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,40 persen, diikuti oleh subsektor perkebunan rakyat yang naik 1,24 persen, serta subsektor perikanan meningkat 0,78 persen, menunjukkan pertumbuhan positif dalam sektor pertanian nasional.

“Jika dirinci, subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,40 persen, disusul subsektor perkebunan rakyat yang naik 1,24 persen dan subsektor perikanan yang naik 0,78 persen,” ungkapnya.

Kata Sudaryono, faktor lain yang mendukung kenaikan NTP tersebut diantaranya, program percepatan tanam, panen raya, subsidi pupuk, akses mudah kredit usaha rakyat, benih unggul, dan mekanisasi pertanian yang semakin meluas.

“Faktor pendorong NTP kita naik adalah karena adanya program percepatan tanam, panen raya, pupuk bersubsidi, akses kredit usaha rakyat, benih yang unggul, dan mekanisasi pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, munculnya perkembangan yang baik dalam sektor pertanian ini, kini petani berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

“Dengan adanya tren positif ini, petani tak hanya produsen pangan, tetapi juga penggerak ekonomi nasional,” imbuhnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Fitri Handayani
Fitri Handayani
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU