Pengamat Politik Puji Presiden Prabowo Gunakan Narasi Dramatis Redam Narasi Liar Kerusuhan

0 Shares

JAKARTA – Pengamat politik dan militer Selamat Ginting menilai bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menggunakan narasi dramatis seperti mafia, terorisme, dan infiltrasi asing sebagai strategi politik dan keamanan untuk meredam kegamangan publik pasca terjadinya aksi demonstrasi di sejumlah titik wilayah.

Ia mengatakan, hal itu juga sekaligus untuk memperkuat legitimasi pemerintah dalam mengambil langkah tegas menghadapi aksi unjuk tasa yang memiliki potensi terjadinya kerusuhan.

- Advertisement -

“Ya tentu saya berangkat dari political science ya. Jadi kalau dari ilmu politik tentunya ini bagian dari strategi politik dan keamanan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menangkap istilah-istilah yang sangat dramatis itu baik misalnya mafia, terorisme, infiltrasi asing,” kata Selamat, seperti dikutip Holopis.com dalam podcast yang diunggah dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Minggu (7/9).

“Dan ini digunakan biasanya oleh penguasa sebagai narasi untuk meredam kegamangan-kegamangan publik tentunya dan sekaligus juga memberikan legitimasi seperti mafia, terorisme, infiltrasi asing tentunya juga bisa memperluas framing begitu ya pada pelaku kerusuhan,” lanjutnya.

- Advertisement -

Selamat menegaskan pentingnya membedakan antara masyarakat organik yang betul-betul melakukan aksi unjuk rasa dengan oknum massa yang sengaja membuat kerusuhan di tengah aksi demonstrasi itu.

Ia juga menyampaikan bahwa kerusuhan yang sebelumnya merupakan protes spontan massa yang kini sudah berubah menjadi ancaman serius dan dapat mengganggu stabilitas nasional

“Saya harus membedakan antara pengunjuk rasa dan perusuh itu harus dibedakan framing bahwa kerusuhan ini sebagai protes spontan awalnya menjadi sebuah ancaman yang mengganggu stabilitas nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Selamat, Prabowo mengungkapkan narasi-narasi yang didasarkan dengan latar belakang militer tersebut sebagai bentuk prioritas utama pemerintah, untuk mempermudah mengambil langkah tegas demi menjaga stabilitas keamanan nasional dan ketertiban bangsa.

“Nah, tentunya ancaman sistematik yang diungkapkan oleh Presiden Prabowo dengan latar belakang militer tentunya juga biasanya mendahulukan stabilitas keamanan nasional,” tuturnya.

“Itu sudah roh-nya orang yang berdinas di lingkungan militer. Karena itu, cara-cara Presiden Prabowo dengan mengangkat narasi-narasi itu menurut saya ini untuk memudahkan dalam mengambil tindakan, memudahkan untuk mengambil tindakan tegas, baik itu secara hukum maupun propaganda dalam menangani demonstrasi atau yang berefek pada kerusuhan massal itu,” tambahnya.

Selain daripada itu, ia juga menilai narasi yang diungkapkan oleh Kepala Negara itu bertujuan untuk mengalihkan kemarahan masyarakat yang tertuju kepada parlemen dan pemerintahan. Sehingga kata Selamat, fokus kemarahan masyarakat dialihkan kepada pihak lain yang dianggap sebagai musuh bersama.

“Nah, ini sekaligus Presiden ingin mengungkap bahwa narasi-narasi dramatis itu dengan menyoroti ada pihak-pihak yang ada pihak juga dari luar karena terorisme tidak selalu dari dalam tapi juga dari luar infiltrasi asing begitu juga dan kepentingan mafia, sehingga pemerintah dengan ucapan-ucapan Presiden Prabowo itu dapat mengalihkan kemarahan publik baik itu kepada parlemen maupun kepada pemerintah,” terangnya

“Presiden sedang menciptakan narasi bahwa kita berhadapan dengan mereka. Kita artinya bahwa ada musuh bersama kita dan itu harus kita hadapi,” lanjutnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru