JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memastikan belum ada penambahan angka korban luka-luka akibat bencana gempa 6.0 M yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakansatu orang korban yang tertimbun reruntuhan bangunan meninggal dunia pada Minggu malam setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
“Total korban akibat gempa bumi M5,8 Poso adalah satu orang meninggal dunia, delapan orang luka berat, dan 32 orang mengalami luka ringan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (18/8).
Abdul juga mengatakan bahwa sejumlah 184 Kepala Keluarga (KK) atau 433 jiwa terdampak bencana gempa tersebut.
Gempa yang terjadi karena pergerakan sesar Tokoraru ini turut menimbulkan kerusakan dan sejumlah kerugian materil yaitu 12 unit rumah rusak berat, 33 unit rumah rusak ringan, satu fasilitas ibadah rusak berat, dua fasilitas ibadah rusak ringan, dan satu fasilitas pendidikan rusak berat.
Hingga Minggu siang, BMKG mencatat masih adanya 27 aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan M3,3. Meskipun demikian, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Abdul memastikan tim Reaksi Cepat BNPB telah bergerak ke wilayah terdampak di Kabupaten Poso guna mendampingi Pemerintah Daerah Poso dalam penanganan darurat.


