JAKARTA – Direktur Rantai Pasok dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto mengakui bahwa penyaluran beras SPHP (Subsidi Pasokan dan Harga Pangan) masih belum optimal di masyarakat.
Apalagi berdasarkan data yang dimiliki, setidaknya per 11 Agustus 2025 saja, baru sekitar 16 ribuan ton dari 1,3 juta ton yang dialokasikan hingga Desember 2025.
“Sejak awal Juli hingga 11 Agustus 2025, realisasinya baru 16.742,55 ton atau 1,27 persen dari 1,3 juta ton beras SPHP yang akan disalurkan sepanjang Juli-Desember 2025,” kata Suyatmo dalam keterangan persnya yang dikutip Holopis.com, Selasa (12/8/2025).
Ia menerangkan bahwa beras SPHP itu telah disalurkan melalui gerai mitra Bulog dan Bapanas; beberapa pasar tradisional; serta GPM yang digelar pemerintah, kepolisian, dan TNI di setiap daerah. Selain itu, beras tersebut juga mulai didistribusikan ke beberapa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan ritel modern.
Lantas Suyatmo mengatakan, untuk mempercepat dan memasifkan penyalurannya, cabang Bulog di setiap daerah telah diminta untuk mengeluarkan 5 ton beras per hari dari 504 gudang milik Bulog.
“Mereka akan berkeliling mendistribusikan beras itu ke sejumlah titik yang belum digarap kanal-kanal penyaluran yang sudah ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suyamto juga mengatakan bahwa Bulog tengah memperluas kanal penyaluran beras SPHP di 29 pasar tradisional di DKI Jakarta. Tim Bulog di wilayah DKI Jakarta telah mendampingi beberapa pedagang di setiap pasar itu selama sebulan untuk menjadikan mereka sebagai pengecer permanen beras SPHP.
Pekerja mengangkat beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) milik Perum Bulog dalam program pasar murah, di Kendari, Sulawesi Tenggara pada hari Rabu 6 Agustus 2025 pekan lalu.
Selain itu, Bulog juga bekerja sama dengan peritel modern dalam penyaluran beras SPHP sejak awal Agustus 2025. Sepanjang pekan lalu, baru 12 gerai ritel modern yang mulai menjual beras SPHP Bulog.
“Berikutnya, pendistribusian beras melalui ritel modern itu akan dimasifkan. Saat ini, permintaan beras SPHP dari ritel modern yang sudah masuk ke Perum Bulog sebanyak 100.592 ton,” paparnya.
Per 11 Agustus 2025, stok beras Bulog sebanyak 3,95 juta ton. Stok itu terdiri dari 3,93 juta ton cadangan beras pemerintah dan 12.545 ton beras komersial.
Selain beras SPHP, Bulog juga telah menyalurkan bantuan beras bagi 18,3 juta keluarga tidak mampu. Dari target penyaluran sebanyak 365.000 ton, realisasinya sudah mencapai 351.093 ton atau sekitar 89 persen.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...