DENPASAR – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) secara resmi menghentikan pencarian korban hilang atas kecelakaan kapal fastboat Bali Dolphin Cruise 2 pada Rabu (6/8). Penghentian pencarian ini dilakukan usai korban terakhir atas nama Kadek Adi Jaya Dinata berhasil ditemukan
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menyampaikan, korban terakhir berhasil ditemukan di pinggir pantai, tepatnya di ujung jalur masuk Pelabuhan Sanur pada pukul 13.05 WITA. Sayangnya kata dia, korban tersebut tidak terselamatkan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban merupakan salah satu awak kapal yang sebelumnya dinyatakan hilang. Jenazah telah dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Bali.
“Atas nama Kementerian Perhubungan, kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang merenggut tiga nyawa, serta apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi SAR,” ujaranya di Jakarta, Kamis, (7/8).
Dengan ditemukanya Korban terakhir tersebut, maka seluruh korban kecelakaan kini sudah sesuai dengan data manifest yakni sebanyak yakni 75 orang penumpang 73 selamat, 2 meninggal dunia dan 5 awak kapal 4 selamat, 1 meninggal dunia.
Adapun proses pencarian korban difokuskan pada bangkai kapal yang telah berpindah dari posisi awal di sisi luar pelabuhan ke area kolam pelabuhan Sanur, dengan jarak kurang lebih 250 meter dari lokasi semula. Tim SAR Gabungan dibantu dua unit alat berat (excavator) untuk menghancurkan lambung kapal demi mempermudah penyisiran dan evakuasi.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR, KSOP Benoa, Basarnas, TNI, Polri, dan pihak lainnya yang telah bekerja cepat dan terpadu sejak awal kejadian,” ujar Dirjen Masyhud.
Sebagai informasi, kapal cepat Bali Dolphin Cruise 2 tenggelam pada Selasa, 5 Agustus 2025 pukul 15.15 WITA di alur masuk sebelah Breakwater Pelabuhan Sanur.
Kapal milik PT Sucikra Jaya Mandiri dengan Nakhoda I Kadek Ariawan mengangkut 75 penumpang dan 5 orang kru, bertolak dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Sanur dalam kondisi laik laut dan cuaca cerah. Namun, setibanya di sekitar satu mil laut dari Pelabuhan Sanur, kapal tiba-tiba dihantam ombak dari arah lambung kiri, menyebabkan kapal terbalik dan kandas pada kedalaman sekitar 5–6 meter.


