Jika pun tetap ingin ngotot menampilkan musisi non-Jazz, Dewa pun berharap agar panggungnya bukan bertemakan Jazz. Terlebih ia melihat agenda Prambanan Jazz Festival tahun 2026 banyak juga menampilkan musisi yang tidak ada kaitannya dengan jazz.
“Saya juga melihat whislist 2026 di akun Prambanan Jazz yang mayoritas lebih ke penampil yang bukan Jazz sama sekali, artinya pe-er buat para promotor untuk tetap berfikir bagaimana membuat antara tema dan pasar yang balance, hingga nama Jazz tidak terselewengkan,” pungkasnya.
Indra Lesmana Kritik Festival Jazz
Sebuah tulisan dari Indra Lesmana sempat membuat heboh belantika musik tanah air. Pasalnya, ia memberikan kritikan atas kegiatan festival musik jazz yang justru menghilangkan nyawa dari genre jazz sendiri dalam panggung musik tersebut.
“Semakin sedikit musisi jazz tampil di festival jazz. Tanpa jazz, festival jazz kehilangan nyawa,” tulis Indra Lesmana.
Ia memperingatkan kepada para promotor musik agar benar-benar menjaga nuansa jazz di dalam panggung yang mereka garap. Sehingga jazz tetap menjadi musik yang identik dan khas tanpa harus dibenturkan dengan genre musik lainnya.
“Festival jazz harus teruasa seperti jazz. Dan kita tidak butuh lebih banyak festival yang hanya mengejar angka. Kita butuh festival yang berani, festival yang memberi ruang bagi seniman untuk benapas, dan memberi kesempatan bagi penonton untuk merasakan sesuatu yang lebih mendalam,” lanjutnya.


