JAKARTA – Pihak Israel melalui Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menepis tudingan bahwa pihaknya telah melakukan serangan di dalam sebuah pusat bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan.
Dalam pernyataannya, IDF menegaskan bahwa mereka tidak akan menembaki warga sipil. Meskipun diketahui dalam sebuah insiden pada Minggu (1/6) terjadi serangan yang menewaskan sedikitnya 31 warga Palestina.
IDF mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Kemanusiaan Gaza dan organisasi-organisasi bantuan internasional untuk memungkinkan pendistribusian bantuan kepada warga Jalur Gaza, sembari memastikan bahwa bantuan itu tidak jatuh ke tangan Hamas.
“Itu adalah kesalahan Hamas yang menghalalkan berbagai cara untuk mencegah distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza,” tulis laporan Xinhua seperti dikutip Holopis.com, Rabu (4/6).
Sebuah rekaman video dari drone yang dirilis setelahnya oleh juru bicara IDF, Avichay Adraee, menunjukkan apa yang diklaimnya sebagai orang-orang bersenjata dan bertopeng menembaki warga sipil yang mencoba mengambil bantuan di sebuah pusat distribusi di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.
Otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza mengatakan bahwa sedikitnya 31 orang tewas dan puluhan lainnya terluka parah ketika pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat sebuah titik distribusi bantuan kemanusiaan di Rafah, Gaza selatan. Dimana pada waktu itu warga berkumpul untuk menerima bantuan.
Sebagian besar korban luka mengalami cedera di bagian tubuh atas, dan jumlah korban tewas berpotensi bertambah mengingat parahnya luka yang diderita.
Para saksi mata mengatakan kepada Xinhua bahwa ribuan orang telah tiba di pusat bantuan itu ketika tembakan dan ledakan terdengar.

