JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Ketua Dewan Kehormatan Motor Besar Indonesia (MBI), Bambang Soesatyo, menegaskan bahwa komunitas motor besar kini memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan, solidaritas, dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Bamsoet dalam peringatan HUT ke-7 Motor Besar Indonesia (MBI) yang berlangsung meriah di Jakarta, Minggu (18/5). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh anggota komunitas untuk menjadi agen perubahan sosial yang positif di tengah masyarakat.
“Komunitas motor besar bukan hanya sekadar menyalurkan hobi, tapi juga bisa menjadi perekat persatuan bangsa. Brotherhood yang terbentuk lintas latar belakang membuat para bikers menjadi keluarga besar yang solid dan berjiwa sosial tinggi,” ujar Bamsoet.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh otomotif, antara lain Brigjen (Pol) Putu Putra Sadana (Komisi Sosial IMI), Erwin MP (Hubungan Antar Lembaga), Dwi Nugroho (Komunikasi dan Media), Ketum MBI Darus Jayalalana, Sekjen Fajar Purwanto, serta para ketua chapter MBI dari berbagai daerah.
Bamsoet mengungkap, lebih dari 60% anggota komunitas otomotif aktif dalam kegiatan sosial, seperti penggalangan dana bencana, donasi pendidikan, hingga bakti sosial kesehatan. Ini sekaligus membantah stigma negatif terhadap bikers yang selama ini kerap disalahartikan sebagai kelompok individualis atau bahkan anarkis.
“Komunitas motor besar adalah bagian dari solusi, bukan masalah. Mereka hadir membawa semangat persaudaraan dan aksi nyata. Ini yang membuat bikers bisa menjadi simbol solidaritas nasional,” tambah Ketua MPR RI ke-15 itu.
Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan KADIN Indonesia, Bamsoet juga menilai bahwa komunitas motor mampu meredam ketegangan sosial dan menjadi jembatan dialog antar kelompok yang berbeda latar belakang budaya, agama, maupun ekonomi.
Ia berharap, MBI dan komunitas motor besar lainnya dapat terus aktif dalam kegiatan sosial, tidak hanya sebagai hobi semata, tapi juga mengukuhkan citra bikers sebagai pelopor persatuan dan toleransi di tengah keberagaman bangsa.
“Bikers harus menghapus stigma negatif dengan menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya pengendara, tapi penggerak perubahan,” pungkasnya.


