Isu Matahari Kembar, Habib Syakur Nilai Ada Peran Besar Media

0 Shares

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa matahari kembar yang saat ini menjadi isu nasional dan mengarah kepada Prabowo dan Jokowi adalah narasi yang berlebihan.

Pasalnya, ia menilai bahwa tidak ada matahari kembar di Indonesia saat ini. Sebab Presiden Republik Indonesia secara defacto hanya Prabowo Subianto.

- Advertisement -

“Berlebihan lah. Nggak ada itu matahari kembar. Kan Presidennya cuman Pak Prabowo,” kata Habib Syakur kepada Holopis.com, Senin (28/4/2025).

Jika persoalannya karena Jokowi cukup rajin tampil di media, ia pun menekankan bahwa itu bukan salah Jokowi. Justru ia malah menyalahkan awak media yang rutin meliput Jokowi dalam beberapa agendanya, baik di Solo maupun saat kunjungan ke daerah lain.

- Advertisement -

“Kalau soal banyak muncul di pemberitaan, kan itu kerjaan temen-temen wartawan, mereka meliput dan ditayangkan. Terus yang disalahin Pak Jokowi, kan aneh,” ujarnya.

Lantas, ia pun berpendapat bahwa kemunculan nama Jokowi dalam porsi besar pemberitaan nasional karena para pimpinan redaksi melihat jika Jokowi masih dinilai sebagai media daring.

“Mungkin teman-teman media juga melihat Pak Jokowi ini masih perlu untuk diberitakan. Ya secara dia kan baru beberapa bulan selesai menjabat sebagai Presiden dua periode, saya kira wajar lah,” tukasnya.

Kalau pun banyak pihak yang menentang adanya pemberitaan Jokowi karena khawatir Presiden ke 7 tersebut masih pengin tampil layaknya sebagai Presiden, maka itu seharusnya menjadi kewenangan bos-bos kantor berita untuk tidak meliput Jokowi.

“Ya kalau mau Pak Jokowi tak muncul di media, saya kira para pemred punya hak prerogatif untuk tidak terlalu banyak porsi pemberitaan seputar Pak Jokowi. Kan itu poinnya,” tutur Habib Syakur.

Di sisi lain, ulama asal Malang Raya ini pun berpendapat bahwa isu mahatari kembar adalah sebatas agenda propaganda untuk mengganggu persahabatan dan hubungan baik antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo.

Sebab, banyak orang yang tidak suka ketika Jokowi dan Prabowo masih memiliki hubungan emosional yang kuat. Bahkan ia pun menunjuk kalangan yang sangat kentara berkepentingan di isu ini adalah PDIP.

“Banyak yang tidak suka Pak Jokowi masih dekat dengan Pak Prabowo. Mereka adalah pembenci Jokowi dari kalangan TPUA, ditambah PDIP yang sampai saat ini sakit hati karena Jokowi lebih pilih dukung Pak Prabowo ketimbang Gajar dan Mahfud kan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Habib Syakur pun berkeyakinan bahwa narasi matahari kembar yang saat ini masih kuat berhembus tidak akan mampu menggoyahkan Prabowo untuk ikut menjauhi dan membenci Jokowi.

“Nggak lah, nggak berpengaruh. Hubungan Pak Prabowo dan Pak Jokowi memang persahabatan dari hati. Kalau isunya hanya soal Matahari Kembar sih saya yakin tak akan berdampak apa-apa kecuali kegaduhan di media sosial,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru