JAKARTA – Sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami bencana air rob di hari kedua Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kenaikan air pasang laut atau banjir rob dilaporkan terjadi pada Selasa (1/4) sejak siang hari.
“Akibat peristiwa ini, terdapat 100 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air 30 hingga 60 sentimeter di wilayah Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (2/4).
Abdul pun menyebut bahwa bencana banjir rob tersebut tidak berlangsung lama melanda pemukiman warga.
“Kondisi terkini banjir sudah mulai berangsur surut,” ujarnya.
Abdul kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terlebih dalam kondisi momentum libur lebaran.
Diharapkan masyarakat mengetahui potensi risiko bencana dilokasi tujuan mudik/wisata dengan memantau melalui aplikasi InaRisk.
“Hindari wisata air apabila cuaca sudah terlihat mendung dan kenali kondisi alam sekitar. Pastikan mengecek kondisi prakiraan cuaca dan potensi risiko daerah tujuan sebelum bepergian melalui informasi resmi seperti InaRisk dan InfoBMKG,” imbaunya.


