JAKARTA – Banjir yang melanda Jakarta membuat Gubernur baru Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung mendapatkan tekanan untuk penanganan banjir. Meski begitu, Pramono menyatakan kesiapannya untuk menangani masalah banjir Jakarta secara serius.
“Dari kemarin diteror urusan banjir. Tapi saya dengan senang hati ingin menangani ini, secara sungguh-sungguh,” ucap Pramono, seperti dikutip Holopis, Selasa (4/3).
Pramono menjelaskan, banjir di Jakarta terbagi menjadi tiga kategori, yaitu banjir rob, banjir lokal, dan banjir kiriman, ditambah letak geografis Jakarta berada dibawah dan berbentuk cekungan.
Meski demikian ia mengklaim dampak dari kiriman telah berkurang secara signifikan berkat pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi. Namun, kapasitas kedua waduk itu masih belum cukup untuk sepenuhnya mengatasi masalah banjir di Jakarta.
Luapan Kali Ciliwung menjadi salah satu penyebab utama genangan di beberapa titik, terutama di kawasan Kebon Baru, Jakarta Selatan.
“Tapi untuk banjir, kan kita sudah mulai pengerukan di mana-mana. Sumur resapannya kita fungsikan kembali, sehingga itulah yang harus dilakukan dan kami akan melakukan itu,” ungkapnya.
Pramono mengatakan laporan yang diterima jajarannya di lapangan, banjir Jakarta mulai berangsur surut.
“Namun tetap kita harus waspada, jangan lengah,” imbuhnya.
Pada Selasa pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 28 RT di Jakarta masih terendam banjir.
“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 28 RT,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji kepada Holopis.
Sebaran wilayah terdampak banjir meliputi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter.
“BPBD DKI Jakarta masih mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan,” ujar Isnawa.
BPBD DKI, ujar Isnawa, mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.


